Analisis Fundamental Aussie dalam AUDUSD Periode 8 – 12 Juni 2020

350

(Vibiznews – Forex) – Melihat pergerakan pasar forex pekan lalu, posisi aussie dalam pair AUDUSD pekan lalu rally kuat terhadap dolar AS hingga naik ke posisi tertinggi sepanjang tahun. Kembali pair mencetak kenaikan mingguan dengan melonjak  4 persen lebih dengan menguatnya permintaan aussie sebagai aset resiko dan juga mendapat support dari pergerakan harga komoditas yang lumayan.

Fundamental Pekan Lalu
Pekan ini pair  terus mendapat manfaat dari pergerakan rally saham global dan optimisme dibukanya kembali kegiatan ekonomi di Australia dan AS. Selain itu aussie juga mendapat suntikan dari optimisnya data ekonomi China,  seperti PMI manufaktur Caixin menunjukkan peningkatan yang dibatasi oleh indeks Manufaktur Cina yang turun ke 50,6 dari posisi sebelumnya di 50.8.

Dari sisi data ekonomi Australia, inflasi turun tajam pada Mei, karena indeks inflasi Melbourne Institute turun 1,2%. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang lemah. Namun dari rilis neraca perdagangan, masih terjadi surplus dan  meningkat menjadi A$ 8,4 miliar, naik tajam dari 1,0 miliar sebelumnya. Kemudian hasil rapat kebijakan RBA, suku bunga bertahan stabil pada 0,25 persen. Kemudian dari rilis data PDB Q1/2020, ekonomi berkontraksi 0,3% di yang merupakan penurunan pertama sejak 2016.

Dari data ekonomi AS,  data PMI Manufaktur ISM meningkat menjadi 43.1, naik dari 41.1 sebelumnya. Sebelumnya mengindikasikan kontraksi selama tiga bulan berturut-turut, karena sektor manufaktur telah terpukul keras oleh krisis ekonomi. Sektor jasa juga masih berada di wilayah kontraksi, karena PMI Non-Manufaktur ISM muncul di 45,4 di bulan Mei sesuai harapan. Namun terlihat data yang optimis pada rilis data Nonfarm payrolls mengejutkan dengan kenaikan besar 2,5 juta di bulan Mei, menentang estimasi -7,7 juta. Kemudian tingkat pengangguran turun menjadi 13,3%, turun dari 14,7% sebelumnya.

Fundamental Pekan ini 
Pekan ini dari sisi data ekonomi Australia terdapat 3 data yang penting dengan fokus pada  survei sentimen bisnis dan konsumen negeri tersebut. Pertama data Kepercayaan Bisnis NAB yang akan diterbitkan pada hari  Selasa, dimana sebelumnya jatuh ke -66 di bulan Maret, diikuti oleh -46 di bulan April. Ini menunjukkan pesimisme yang tajam di sektor bisnis.  Kemudian data Sentimen Konsumen Westpac pada hari Rabu, dimana sentimen konsumen bangkit kembali pada bulan Mei, dengan kenaikan 16,4%. Akankah kenaikan berlanjut di bulan Juni?. Rilis data terakhir yaitu Ekspektasi Inflasi MI pada hari Kamis, dimana Tingkat inflasi telah rendah, dan ini dapat tercermin dalam kenaikan yang lebih kecil di bulan Mei dibandingkan dengan bulan April.

Dari data ekonomi AS pekan ini, data inflasi konsumen diperkirakan akan meningkat menjadi 0,0% periode bulan Mei, setelah penurunan berturut-turut. Inflasi konsumen telah menurun selama dua bulan terakhir, mencerminkan kondisi ekonomi yang parah. Pada bulan April, angka utama berada di- 0,8%, sementara CPI inti turun sebesar -0,4%.

Dan sebagai fokus utama pasar global menunggu Keputusan Suku Bunga Fed pada hari Kamis dini hari. Ekonomi AS perlahan pulih dari tekanan wabah Covid-19. Jika Fed mengirim pesan optimis ke pasar, dolar AS bisa mendapatkan dorongan yang dibutuhkan.

Perselisihan antara Australia dan China , mitra dagang terbesar, telah memudar dari berita utama tetapi belum diselesaikan. Pemerintah Canberra kesal dengan perebutan kekuasaan Beijing di Hong Kong dan juga pengelolaan pandemi coronavirus.

Namun Hubungan buruk China-Amerika mungkin kembali ke permukaan pasar dan dapat berdampak pada Aussie dengan memicu jatuhnya harga saham, akibatnya aliran dana mendukung Aussie menjauh.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here