Analisis Fundamental Yen dalam USDJPY Periode 8 – 12 Juni 2020

423

(Vibiznews – Forex) – Melihat pergerakan pasar forex pekan lalu, posisi yen Jepang pekan lalu terhadap dolar AS masih sangat lemah dalam pair USDJPY hingga terjun ke posisi terendah dalam 2-1/2 bulan dan telah anjlok 1,6%. Pair mencetak kenaikan mingguan untuk pekan keempat berturut-turut.

Fundamental Pekan Lalu.
Dari sisi data ekonomi Jepang pekan lalu, data belanja modal Jepang rebound baik di Q1, dengan kenaikan 4,3 persen setelah menurun sebesar 3,5 persen sebelumnya. Pada saat yang samabelanja konsumen terus turun dengan data pengeluaran rumah tangga turun 11,1 persen pada April, setelah turun 6,0 persen sebulan sebelumnya. Data yang kontraksi ini terjadi karena konsumen telah membatasi pada pengeluaran.

Kemudian dari sisi data ekonomi Amerika Serikat, data PMI Manufaktur ISM meningkat menjadi 43.1, naik dari 41.1 sebelumnya. Sebelumnya mengindikasikan kontraksi selama tiga bulan berturut-turut, karena sektor manufaktur telah terpukul keras oleh krisis ekonomi. Sektor jasa juga masih berada di wilayah kontraksi, karena PMI Non-Manufaktur ISM muncul di 45,4 di bulan Mei sesuai harapan. Namun terlihat data yang optimis pada rilis data Nonfarm payrolls mengejutkan dengan kenaikan besar 2,5 juta di bulan Mei, menentang estimasi -7,7 juta. Kemudian tingkat pengangguran turun menjadi 13,3%, turun dari 14,7% sebelumnya.

Fundamental Pekan ini
Investor mengawasi PDB Jepang untuk Q1-2020 yang alami kontraksi melebihi perkiraan yaitu -0,6% setelah kuartal sebelumnya alami kontraksi sebesar 1,8% pada Q4/2020. Dua penurunan berturut-turut dalam data PDB akan menandakan bahwa ekonomi Jepang sedang alami resesi.

Dari data ekonomi AS pekan ini, data inflasi konsumen diperkirakan akan meningkat menjadi 0,0% periode bulan Mei, setelah penurunan berturut-turut. Inflasi konsumen telah menurun selama dua bulan terakhir, mencerminkan kondisi ekonomi yang parah. Pada bulan April, angka utama berada di- 0,8%, sementara CPI inti turun sebesar -0,4%.

Dan sebagai fokus utama pasar global menunggu Keputusan Suku Bunga Fed pada hari Kamis dini hari. Ekonomi AS perlahan pulih dari tekanan wabah Covid-19. Jika Fed mengirim pesan optimis ke pasar, dolar AS bisa mendapatkan dorongan yang dibutuhkan.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here