Cadangan Devisa Mei Meningkat ke USD130,5 Miliar; Didukung Capital Inflow

464
Photo: Vibizmedia

(Vibiznews – Economy) – Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2020 tercatat sebesar 130,5 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi akhir April 2020 sebesar 127,9 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,3 bulan impor atau 8,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” demikian dinyatakan Onny Widjanarko, Direktur Eksekutif Bank Indonesia dalam rilisnya kepada media, Senin ini (8/6).

Peningkatan cadangan devisa pada Mei 2020 terutama dipengaruhi oleh penarikan utang luar negeri Pemerintah dan penempatan valas perbankan di Bank Indonesia.

Ditambahkan Onny Widjanarko: “Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.”

Analis Vibiz Research Center melihat kenaikan cadangan devisa di bulan Mei ini selain didukung oleh penarikan utang luar negeri Pemerintah juga menunjukkan meredanya intervensi BI ke pasar uang untuk menstabilkan nilai rupiah. Rupiah, SBN jangka panjang, dan saham belakangan ini terus diburu investor global yang mendorong capital inflow portfolio di pasar uang dan pasar modal dalam negeri. Rupiah bahkan mengalami penguatan tanpa henti dalam 5 minggu pasar terakhir, dan menjadikannya sebagai mata uang terkuat terhadap dollar di Kawasan Asia.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here