Forex Eropa 9 Juni: Poundsterling Turun dari Tertinggi 3 Bulan, Dolar AS Rebound

508

(Vibiznews – Forex) – Dolar AS rebound masuki perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (09/06/2020) setelah perdagangan sebelumnya tertekan oleh kuatnya sentimen perdagangan aset resiko. Penguatan dolar AS terlihat dari pergerakan bullish indeks dan terhadap beberapa rival utamanya seperti euro, poundsterling, aussie dan loonie Canada.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya, terpantau bergerak bullish ke posisi 96,85 atau sedang menguat  0,25 persen dari penutupan sebelumnya setelah dibuka pada posisi  96.70 dan sempat naik ke posisi 97.06 dan turun ke posisi terendah di 96.52.

Penguatan dolar sebagai aset safe haven dipicu oleh penantian pertemuan Fed yang akan dimulai malam ini atau Selasa pagi waktu Amerika, bank sentral Amerika ini berencana melonggarkan program pinjaman untuk mendukung pemulihan ekonomi AS. Gubernur Fed sebelumnya menyampaikan pelonggaran juga untuk sektor usaha kecil atau UMKM.

Pergerakan bullish dolar AS ini membuat rival utamanya yang perdagangan sebelumnya mendaki cukup tinggi terkoreksi, terpantau poundsterling melemah 0,67%  ke posisi 1.2649 dalam pair GBPUSD. Investor menunggu lebih banyak informasi tentang rencana untuk membuka kembali ekonomi Inggris. Selain itu, kekhawatiran atas Brexit meningkat setelah putaran keempat pembicaraan perdagangan antara Inggris dan UE selesai dengan kedua belah pihak mengatakan sedikit kemajuan telah dibuat.

Demikian kurs euro turun ke posisi  1.1268 atau melemah 0,30%  terhadap dolar AS dalam pair EURUSD. Posisi dolar Aussie retreat dari puncak baru tertinggi sepanjang tahun, kini sedang turun sekitar 1,57% ke posisi 0.6915. Kemudian dolar Canada dalam pair USDCAD sedang turun 0.68% ke posisi 1.3475.

Sebagai rival safe haven lainnya, kurs yen Jepang justru menguat 0,592 poin atau 0,54% di posisi 107,834 melawan dolar AS dalam pair USDJPY. Demikian juga Swissfranc bergerak kuat sebesar 0,39% ke posisi 0.9539 terhadap dolar dalam pair USDCHF.

Untuk pergerakan indeks dolar selanjutnya secara teknikal, menurut analyst Vibiz Research Center indeks dolar diperkirakan berusaha  mendaki ke posisi  97.10 – 97.50. Namun  jika terjadi pergerakan sebaliknya  akan  meluncur kembali ke  posisi  96.40 – 96.00.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here