Harga Karet Tocom 10 Juni Terkuat dari Sicom dan SHFE

1402

(Vibiznews – Commodity) – Harga karet Tocom yang diperdagangkan di bursa komoditas berjangka Tokyo hari Rabu (10/06/2020) ditutup sedikit lebih tinggi dari perdagangan sebelumnya. Kenaikan harga terjadi jelang penutupan sesi, setelah sejak awal tekanan jual lemahkan harga. Penutupan positif harga karet Tocom hari ini tidak diikuti oleh pergerakan harga di Singapura (Sicom) dan juga China (SHFE).

Tekanan jual awal sesi perdagangan karet di Tocom dan juga 2 bursa utama komoditas Asia lainnya terjadi oleh sentimen posisi harga minyak mentah jenis Brent yang merupakan harga acuan melemah masuki hari ketiga. Tambahan tekanan bagi karet Tocom awal sesi yaitu penguatan  yen Jepang terhadap dolar AS. 

Harga karet alami di Tocom untuk kontrak paling ramai untuk kontrak bulan November 2020 akhir perdagangan  sesi sore ditutup menguat 0,1 yen atau 0,06%  dari akhir perdagangan sebelumnya ke posisi 163.0 yen, setelah sempat mencapai posisi rendah di posisi  162.0 yen dan posisi tertinggi di 164,2.

Mata uang yen Jepang menjadi denominasi perdagangan di bursa komoditas Tokyo sejak awal sesi sudah menguat terhadap dolar AS, sehingga aksi profit taking sebelumnya masih berlanjut. Namun jelang penutupan pasar diperkuat sentimen positif perdagangan bursa saham Jepang yang optimis dengan rebound ekonomi global.

Pada perdagangan karet di bursa Shanghai (SHFE), untuk  karet  kontrak bulan September ditutup dengan harga di posisi 10585 yuan, yang melemah sekitar 35 yuan atau 0,33% dari posisi sebelumnya. Demikian  untuk karet di Sicom, untuk kontrak berjangka bulan September anjlok US$0,2 atau 0,16% ke posisi 123.2.

Bangkitnya kembali harga karet Tocom hari ini disupport oleh faktor fundamental yang positif, yaitu pemulihan permintaan karet alam dunia. Permintaan dari China yang sempat tertunda, diperkirakan akan meningkat untuk mendukung pertumbuhan sektor otomotifnya. China mencatat penjualan kendaraan yang tinggi pada April 2020 dengan kenaikan 4,4% YoY setelah mencatat pertumbuhan negatif selama 21 bulan sebelumnya.

Dewan Karet Malaysia memperkirakan konsumsi karet alam di Malaysia akan tumbuh 0,4% pada Juni 2020 setelah menurun pada bulan April (-23,1%) dan bulan Mei (-10,1%), namun produksi karet global diperkirakan akan turun 2,3% menjadi 13,43 juta ton pada tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here