Kospi 10 Juni Masih Tangguh Meski Data Pengangguran Korsel Terbanyak Sejak 2010

489

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan kembali cetak bullish pada perdagangan hari Rabu (09/06/2020), rally 9 hari berturut. Kondisi ini merupakan kemenangan beruntun terpanjang sejak September 2019, ketika indeks ditutup lebih tinggi selama 13 sesi berturut-turut.

Sentimen pasar masih positif oleh optimisme rebound ekonomi global, tetapi keuntungan terbatas karena investor menunggu hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve malam nanti.

Dari sisi data ekonomi, tingkat pengangguran di Korea Selatan melonjak menjadi 4,5 persen pada Mei 2020, meruapakan tingkat pengangguran tertinggi sejak Januari 2010. Sementara itu, Korea Selatan menambahkan 50 kasus baru virus coronavirus pada hari ini.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup naik 6,77 poin atau 0,31% menjadi 2.195,69, masih di posisi tertinggi sejak 20 Februari. Demikian juga indeks Kospi200 berjangka menguat 0,58 poin atau 0,20% ke posisi 291,90, setelah sempat turun ke posisi rendah 289.60 dan posisi tertinggi di 292.92.     

Saham berkapitalisasi paling besar  Samsung Electronics turun 0,18 persen. Awal pekan ini, pengadilan Seoul menolak mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin de facto Grup Samsung, Lee Jae-yong, yang sedang diselidiki atas tuduhan terkait suksesi.

Saham perusahaan penerbangan nomor dua Asiana Airlines turun 2,03 persen, dengan pemegang saham utama perusahaan itu saham Kumho Industrial kehilangan 5,1 persen atas permintaan HDC Hyundai Development untuk negosiasi ulang rencana akuisisi operator penerbangan.

Saham Operator portal online terkemuka Naver meningkat 2,74 persen  dan saingannya yang lebih kecil, saham Kakao naik 2,95 persen karena meningkatnya permintaan untuk layanan non-kontak di tengah pandemi virus.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here