Peningkatan Transaksi Perdagangan BEI di Masa Pandemi

818

(Vibiznews – Dialogue & Opinion) Vibiznews kali ini melakukan wawancara dengan Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono mengenai perkembangan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia selama masa pandemi coronavirus.

Yulianto menyatakan penyebaran wabah covid 19 ini berpengaruh negatif terhadap sentimen investor domestik dan global, dimana terjadi penurunan yang signifikan terlihat pada bulan maret.

Ini bisa dilihat pada saat pengumuman pertama, ada kasus corona di Indonesia sampai dengan meluasnya dampak virus corona tersebut diberbagai negara, dimana IHSG terendah pada tanggal 24 maret 2020. Kalau dilihat IHSG itu turun sebesar -37,49% dibanding posisi akhir tahun lalu, ini adalah puncak terendahanya. Walaupun terendah tapi memang sepanjang sejarah masih lebih rendah lagi pada saat tahun 2008 sebenarnya, waktu itu IHSG kita sempat -50,6% karena ada krisis keuangan global.

Namun aktivitas perdagangan terlihat meningkat. Jadi bisa tercermin peningkatan rata-rata transaksi di bulan Mei, sekarang sudah sekitar Rp 9,8 triliun, ini meningkat dibanding bulan Januari sampai April.

Jadi kalau rata-rata itu di bulan januari Rp6,4 triliun, Februari Rp6,6 triliun, Maret Rp7,9 triliun dan bulan April Rp6,8 triliun. Sehingga kalau dirata-rata per 29 Mei itu sekarang posisinya di Rp7,4 triliun.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here