Bursa Saham Jepang Anjlok 2% Lebih oleh Pesimisme Bisnis Besar Jepang

358

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang alami penyusutan harga saham cukup besar pada perdagangan hari Kamis (11/06/2020), dengan indeks Nikkei turun ke posisi terendah sepekan akhir sesi.  Tekanan jual saham Nikkei sudah terjadi sejak awal sesi oleh banyaknya sentimen negatif.

Faktor pertama datang dari laporan anjloknya sentimen bisnis perusahaan besar di Jepang yang pesimis tentang masa depan menurut  survey Kementrian Keuangan dan Kantor Kabinet secara kuartalan. Indeks yang dilaporkan   minus 47,6 pada kuartal pertama dari minus 10,1 pada kuartal sebelumnya. Ini adalah level terendah indeks sejak krisis keuangan terakhir tahun 2009 ketika turun menjadi 51,3.

Kemudian pasar juga terbebani oleh penguatan yen terhadap dolar karena laporan dovish Federal Reserve AS, yang  mengatakan kemungkinan akan mempertahankan suku bunga mendekati nol hingga 2022.

Faktor lainnya terjadi menurunnya minat aset resiko  menyusul laporan media bahwa jumlah kasus coronavirus melebihi 2 juta di Amerika Serikat. Yang semakin diperparah oleh ketidakpastian tetap mengenai seberapa cepat ekonomi dapat pulih dari pandemi covid 19.

Indeks Nikkei ditutup merosot 652,04 poin atau 2,82 persen yang berakhir pada 22.472,91, setelah naik 33,92 poin pada hari Rabu. Sementara indeks Topix  turun 35,79 poin  atau 2,20 persen  pada 1.588,92. Namun  untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2020 kini sedang bergerak negatif  dengan turun 605 poin atau 2,65% ke posisi 22.265.

Saham pembuat mobil Toyota, perusahaan teknologi Kyocera dan perusahaan yang bisnisnya berorientasi ekspor alami tekanan jual karena kenaikan yen terhadap dolar. Sedangkan anjloknya saham sektor keuangan seperti saham  megabank Mitsubishi UFJ dan perusahaan asuransi Tokio Marine  mencerminkan sentimen penurunan suku bunga jangka panjang AS.

Demikian dengan saham JXTG, Idemitsu dan perusahaan  minyak lainnya jatuh karena pesimisme atas pemulihan cepat ekonomi AS. Kemudian di antara saham yang kalah besar adalah rantai toko pakaian Fast Retailing dan investor teknologi SoftBank Group.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here