Hang Seng 11 Juni Tertekan Prospek Pesimis The Fed

469

(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan saham di bursa Hong Kong kembali alami profit taking lanjutan hingga akhir sesi Kamis (11/06/2020), yang menempatkan indeks Hang Seng  di jalur kerugian hari kedua setelah reli tujuh sesi. Kerugian harian yang dialami Hang Seng cukup besar, terbesar dalam 3 pekan sejak anjlok 5% lebih. 

Anjlok cukup dalamnya saham-saham Hang Seng mengikuti trend buruk bursa Asia lainnya oleh  prospek ekonomi yang pesimis dari Federal Reserve AS yang membangkitkan kembali kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. 

Dari sisi data ekonomi, bank-bank China memperpanjang 1,48 triliun dalam pinjaman yuan baru pada Mei 2020, dibandingkan dengan 1,70 triliun bulan sebelumnya. Sementara itu penjualan mobil di China naik 14,5 persen tahun-ke-tahun menjadi 2,19 juta pada Mei 2020 memposting bulan kedua berturut-turut peningkatan penjualan mobil.

Indeks Hang Seng turun 571 poin atau 2,3% menjadi 24.480,15, penurunan harian terbesar sejak 22 Mei. Demikian untuk indeks saham  Cina  Enterprise (HSCE)  dengan 60 saham unggulan turun 1,96%  atau 198,88 poin menjadi 9.944,60. Untuk indeks Hang Seng berjangka bergerak negatif  dengan penurunan 0,03% ke posisi 25.049,41. 

Melihat pergerakan secara sektoral,  semua  sektor sektor utama masuk zona merah dipimpin oleh saham sektor energi  turun 2,70%, saham sektor keuangan berakhir  2,62% lebih rendah, saham sektor properti turun 2,37%, saham sektor Telekomunikasi turun  1,94%, saham sektor industri turun 1,76%, saham sektor material turun 1,16% dan saham sektor IT yang turun 0,34%.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here