Nasdaq Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Saham Apple dan Amazon Melonjak

385

(Vibiznews-Index) – Bursa saham Amerika sebagian besar ditutup dalam zona merah pada perdagangan hari Rabu yang berakhir Kamis dinihari WIB (11/06/2020), dengan Nasdaq sekali lagi menambah kenaikan dan membukukan rekor tertinggi baru. Pergerakan saham alami volatilitas yang cukup besar setelah pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve.

Lihat: Fed Pertahankan Suku Bunga Rendah Hingga Tahun 2022

Indeks  Nasdaq naik 66,59 poin atau 0,7 persen ke rekor tertinggi baru penutupan 10.020,35, indeks Dow dan S&P 500 memperpanjang bearish sesi sebelumnya. Indeks
Dow Jones jatuh 282,31 poin atau 1 persen menjadi 26.989,99 dan indeks S&P 500 turun 17,04 poin atau 0,5 persen menjadi 3.190,14.

Kekuatan saham berkelanjutan oleh Nasdaq sebagian mencerminkan kenaikan yang sangat signfikan  oleh saham perusahaan teknologi besar seperti Apple dan Amazon, yang masing-masing melonjak 2,6 persen dan 1,8 persen, ke rekor tertinggi penutupan baru.

Sementara itu, Dow Jones dan S&P 500 sempat bergerak positif kemudian berubah kembali setelah The Fed mengindikasikan suku bunga kemungkinan akan tetap pada level mendekati nol saat ini hingga tahun 2022. Dan dalam konferensi pers pasca-pertemuannya, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral  bahkan tidak berpikir tentang memikirkan kenaikan suku bunga.

Pengumuman The Fed tersebut sebagian besar dibayangi oleh laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan sedikit penurunan pada indeks harga konsumen di bulan Mei. Inflasi bulan Mei -0,1% setelah periode bulan sebelumnya -0,8%.

Melihat pergerakan saham secara sektoral, saham layanan minyak memperpanjang trend jual yang terlihat di sesi sebelumnya, menyeret Philadelphia Oil Service Index turun 7,4 persen.

Kelemahan yang signfiikan juga terlihat di antara saham-saham perbankan, seperti yang tercermin oleh penurunan indeks KBW Bank. Sebelumnya pada hari Senin indeks ini ditutup pada posisi tertinggi tiga bulan. Saham pialang, real estat komersial, transportasi dan  baja juga alami kelemahan yang cukup besar pada hari itu.

Di sisi lain, saham emas bergerak naik tajam di akhir sesi hingga mendorong NYSE Arca Gold Bugs Index naik 4,4 persen.  Saham-saham perangkat lunak juga menunjukkan pergerakan signifikan ke atas, dengan Dow Jones A.S. Software Index melonjak naik 2,8 persen ke rekor penutupan tertinggi baru.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here