Rekomendasi Forex GBP/USD 11 Juni 2020: Naik Karena Melemahnya USD akibat Keputusan the Fed

1222

(Vibiznews – Forex) GBP/USD diperdagangkan diatas 1.2750, naik ke arah 1.28, tertinggi sejak bulan Maret ditengah melemahnya dolar AS. PM Boris Johnson akan memberikan gambaran bisnis-bisnis mana yang sudah boleh dibuka kembali. Apabila kembalinya ke normal lambat maka akan membebani pounsterling.

GBP/USD telah memperpanjang keuntungannya, menyentuh level tertinggi sejak bulan Maret dan mendekati 1.28. Penggerak utamanya adalah melemahnya dolar AS, dengan para investor menghindari dolar AS akibat keputusan dari Federal Reserve.

Bank sentral yang paling berkuasa di dunia ini tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah namun mengulangi jaminannya untuk mendukung ekonomi. The Fed juga mempublikasikan perkiraan yang baru mengenai pertumbuhan ekonomi, employment dan inflasi. Pasar ingin melihat apakah bank sentral AS ini akan memperkirakan employment di satu digit dan kembali ke output sebelum pandemik.

Ada 3 alasan mengapa the Fed melanjutkan untuk mendorong naik pasar dan membebani dolar AS.

Pertama, imbal hasil obligasi 10 tahun AS telah mengalami kenaikan dengan para investor berpindah dari obligasi ke saham. The Fed kemungkinan memberikan tanda akan kembali ke QE tradisional untuk menekan imbal hasil obligasi dimana ini akan bisa membebani dolar AS.

Meskipun NFP menunjukkan tingkat pengangguran turun dari 14.7% ke 13.3%, namun masih tinggi untuk orang kulit hitam dan hispanik. Dengan terjadinya protes terhadap diskriminasi rasial setelah terbunuhnya George Floyd, hal ini akan memicu para pembuat kebijakan termasuk the Fed untuk cenderung melonggarkan kebijakan moneter meskipun terjadinya perbaikan ekonomi AS secara keseluruhan.

Powell memang mengakui telah melewati garis merah namun bank sentral AS kemungkinan tidak akan mau meruntuhkan pesta yang sedang berlangsung dan membalikkan rally saham menjadi keruntuhan. The Fed kemungkinan lebih memilih terlalu banyak memberikan akomodasi daripada terlalu sedikit.

Meskipun demikian, ada juga beberapa alasan untuk menjual sterling yang saat ini diabaikan oleh pasar. Organization for Development and Cooperation (OECD) mempublikasikan perkiraan pertumbuhan yang baru yang memproyeksikan kejatuhan GDP Inggris sebanyak 11.5% pada tahun ini – lebih buruk daripada zona euro.

Pembicaraan mengenai Brexit tetap mengalami kebuntuan yang setiap hari akan menambah kemungkinan Inggris jatuh ke persyaratan perdagangan dari WTO.

Protes terhadap diskriminasi rasial terus berlangsung di Inggris yang dapat menaikkan kasus baru coronavirus.

Secara tehnikal tren masih naik meskipun dibayangi tekanan jual, dengan “resistance” terdekat menunggu di 1.2785 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2850 dan kemudian 1.2990. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.2750 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2625 dan kemudian 1.2575.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here