OJK Menjelaskan Beredarnya Informasi Perbankan; Industri Perbankan Tetap Stabil dan Terjaga

363
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Banking) – OJK mencermati dalam beberapa hari ini beredar viral berita lama yang mengkaitkan kondisi beberapa bank, sementara seperti disampaikan Ketua BPK Agung Firman Sampurna meminta nasabah tidak perlu khawatir, takut, atau ragu terhadap bank-bank tersebut, karena pengawasannya dilakukan langsung oleh OJK.

“Viralnya berita lama tersebut juga dimanfaatkan oknum yang tidak beretika sebagai marketing gimmick untuk menarik nasabah bank,” demikian penjelasan resmi dari Deputi Komisioner Humas Dan Logistik OJK, Anto Prabowo, kepada media baru-baru ini (10/6).

OJK menyampaikan bahwa industri perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga, tercermin dari rasio keuangan hingga April yang berada dalam batas aman (threshold) seperti permodalan (CAR) 22,13 persen, kredit bermasalah (NPL) gross 2,89 persen (NPL Net 1,09 persen) dan kecukupan likuiditas yaitu rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK April 2020 terpantau pada level 117,8% dan 25,14%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Untuk itu OJK mengharapkan, masyarakat tetap tenang dan melakukan transaksi perbankan secara wajar dan jika membutuhkan informasi mengenai sektor jasa keuangan bisa menghubungi Kontak OJK 157 atau melalui WA di nomor 081 157 157 157.

“OJK dan BPK juga senantiasa berkoordinasi agar fungsi pengawasan bank berjalan efektif untuk melindungi kepentingan nasabah. OJK menyambut baik ketegasan BPK yang telah melakukan klarifikasi ke media bahwa BPK tidak pernah membuat statement yang banyak diberitakan. OJK juga sudah menyelesaikan dan melakukan tindak lanjut atas rekomendasi yang diberikan BPK,” demikian penjelasan resmi OJK.

Analis Vibiz Research Center melihat informasi yang jelas perlu disampaikan kepada masyarakat, terlebih mengingat bisnis bank prinsipnya adalah bisnis kepercayaan. Ketika kepercayaan terhadap reputasi bank terganggu oleh informasi yang beredar, di era berita cepat lewat media sosial ini, maka dampak buruknya bisa berantai dari satu bank kepada bank-bank lainnya. Ini berpotensi mengganggu juga upaya penjagaaan dan pemulihan ekonomi yang telah berusaha dilakukan oleh Pemerintah beserta dengan OJK, BI, dan LPS.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here