Prospek Ekonomi dan Gelombang Kedua Virus — Market Outlook, 15-19 June 2020 by Alfred Pakasi

1153

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan beberapa isyu, di antaranya: outlook dari the Fed untuk ekonomi AS yang suram dengan pemulihan ekonomi baru akan terjadi pada 2023, kekhawatiran investor atas gelombang kedua wabah virus corona, fluktuatifnya permintaan antara risk asset dan safe haven. Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 7.7 juta orang terinfeksi di dunia dan 428 ribu orang meninggal, dan menyebar ke 213 negara dan teritori. Pasar saham dunia umumnya terkoreksi, serta permintaan safe haven bertambah yang menopang harga dollar AS dan emas.

Minggu berikutnya, isyu antara prospek ekonomi global, perkembangan penyebaran wabah virus corona, dan tensi lanjutan AS-China ini akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 15-19 June 2020.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau terkoreksi setelah rally 3 minggu oleh aksi profit taking investor di tengah sentimen koreksi pasar karena gambaran prospek ekonomi global yang suram. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya melemah. Secara mingguan IHSG ditutup terkoreksi 1.90% ke level 4,880.359. Untuk minggu berikutnya (15-19 Juni 2020), IHSG kemungkinan agak konsolidatif antara rebound di sekitar support dan profit taking lanjutan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 5139 dan kemudian 5365, sedangkan support level di posisi 4621 dan kemudian 4460.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau terkoreksi setelah rally 5 minggu berturut-turut oleh kembalinya pasar ke aset safe haven, sementara dollar global terlihat rebound terbatas, sehingga rupiah secara mingguannya terkoreksi 1.84% ke level Rp 14,133. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan naik perlahan, atau koreksi bagi rupiah dengan agak konsolidasi, dalam range antara resistance di level Rp14,780 dan Rp14,905, sementara support di level Rp13.654 dan Rp13,560.

OJK menyampaikan minggu lalu telah mencermati beredarnya viral berita lama yang mengkaitkan kondisi beberapa bank. Terkait hal tersebut, OJK menyampaikan bahwa industri perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga, tercermin dari rasio keuangan hingga April yang berada dalam batas aman (threshold), seperti:

  • Permodalan (CAR) 22,13%,
  • Kredit bermasalah (NPL) gross 2,89% (NPL Net 1,09%)
  • Kecukupan likuiditas yaitu rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK April 2020 terpantau pada level 117,8% dan 25,14%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Untuk itu OJK mengharapkan, masyarakat tetap tenang dan melakukan transaksi perbankan secara wajar.

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum fluktuatif dengan rebound di 2 hari terakhirnya dengan investor kembali ke safe haven setelah rilis the Fed terkait prospek ekonomi AS yang suram dan naiknya pertambahan wabah virus di Amerika di tengah pembukaan ekonomi, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat terbatas ke 97.09. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah ke 1.1255. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1423 dan kemudian 1.1495, sementara support pada 1.1068 dan 1.0871.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.2535 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2814 dan kemudian 1.3200, sedangkan support pada 1.2204 dan 1.2075. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 107.36.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 109.85 dan 110.08, serta support pada 107.08 serta level 106.36. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.6867. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7043 dan 0.7082, sementara support level di 0.6506 dan 0.6371.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah, mengikuti koreksi di Wall Street di tengah kekhawatiran investor atas gelombang baru wabah virus corona. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 22,305. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 23178 dan 23807, sementara support pada level 20335 dan 19448. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 24,301. Minggu ini akan berada antara level resistance di 25304 dan 25579, sementara support di 22520 dan 21139.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau melemah setelah 3 minggu menguat oleh investor yang lakukan profit taking dan kekhawatiran atas gelombang kedua wabah virus. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah ke level 25,605.54, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 25780 dan 27102, sementara support di level 24294 dan 22790. Index S&P 500 minggu lalu melemah ke level 3,036.1, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3235 dan 3394, sementara support pada level 2909 dan 2766.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat kembali oleh ketakutan penambahan baru wabah virus dan prospek ekonomi AS suram, sehingga harga emas spot secara mingguan rebound ke level $1,730.90 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1745 dan berikut $1766, serta support pada $1670 dan $1641.

 

Isyu situasi global, seperti berapa lama tekanan ekonomi akan berlangsung di AS yang tentunya berpengaruh ke ekonomi global, sering menjadi perhatian para pelaku pasar. Gejolak pasar ini apakah harus disikapi dengan tindakan mundur dari pasar atau justru saatnya terjun memanfaatkan peluang menjadi topik diskusi yang ramai di antara para investor. Para pelaku investasi saling silang pendapat di mass media dan forum diskusi. Ini sering membingungkan para investor individual dalam menentukan strategi investasi mereka. Gabung saja menjadi member vibiznews dan Anda akan memperoleh secara rutin harian pandangan pasar dan rekomendasi aksi pasar berikutnya. Dengan tingkat akurasi yang menarik, investor harusnya akan banyak diuntungkan dengan cara yang cerdas dan praktis. Terima kasih telah bersama dengan kami yang merupakan partner demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here