Analisis Fundamental Aussie dalam AUDUSD Periode 15 – 19 Juni 2020

369

(Vibiznews – Forex) – Pergerakan pair AUDUSD pekan lalu terpantau volatile dan pair sempat rally ke posisi tertinggi hampir setahun oleh posisi lemahnya pergerakan dolar AS dan menguatnya perdagangan aset resiko beberapa hari. Namun secara mingguan pair cetak bearish dengan penurunan 1,4 persen, setelah  3 pekan berturut sebelumnya bergerak sangat kuat.

Fundamental Pekan Lalu
Dari sisi data ekonomi Australia, barometer kepercayaan bisnis Australia oleh National Australian Bank berada di wilayah negatif, menunjukkan pesimisme. Namun untuk barometer kepercayaan konsumen oleh Westpac menunjukkan kenaikan indeks untuk bulan kedua berturut-turut, yang tercatat 6,3 persen.

Kemudian dari sisi data ekonomi Amerika Serikat, data inflasi konsumen mencatat penurunan ketiga berturut-turut, karena ekonomi AS yang lemah tidak menghasilkan inflasi apa pun. Dalam kebijakan bank sentral AS, The Fed tidak melakukan perubahan pada suku bunga acuan dan mengindikasikan bahwa  tidak akan mengubah suku bunga dari tingkat yang sangat rendah sebelum tahun 2022. Kemudian data  Inflasi Harga Produsen mixed dengan naik 0,4%, sementara untuk indeks PPI inti turun 0,1 persen. Untuk data klaim pengangguran,  terus menurun dengan jatuh ke 1,54 juta minggu lalu atau turun dari 1,87 juta sebelumnya.

Fundamental Pekan ini 
Pekan ini dari sisi data ekonomi Australia terdapat beberapa data yang perlu diperhatikan seperti laporan penambahan tenaga kerja dan juga tingkat pengangguran bulanan yang diperkirakan masih pesimis. Kemudian ada rilis data penjualan ritel yang periode sebelumnya dalam wilayah kontraksi.

Dari data ekonomi AS, pekan ini akan mempublikasikan data penjualan ritel yang diperkirakan meningkat dari periode sebelumnya yang tercatat kontraksi. Kemudian  terdapat momentum Ketua Fed Jerome Powell akan bersaksi di depan dua komite kongres terkait kondisi moneter dan aplikasi kebijakannya dalam perekonomian Amerika Serikat.

Penggerak fundamental berikutnya perlu diperhatikan bangkitnya kekhawatiran tentang gelombang kedua kasus coronavirus. Berita terbaru, pemerintah China  kembali melakukan lockdown sebagian wilayah ibu kotanya dimana setidaknya ada 11 residensial di selatan Beijing. Demikian juga di Jepang,  Tokyo melaporkan 47 kasus virus korona baru, jumlah terbesar sejak 5 Mei setelah melonggarkan pembatasan penguncian.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here