Rekomendasi Forex GBP/USD 15 – 19 Juni 2020: Penurunan Minggu Lalu, Memberi Peluang Kenaikan Minggu Ini.

1191

(Vibiznews – Forex) Minggu lalu, komitmen the Fed terhadap tingkat bunga yang rendah, kemacetan pembicaraan Brexit dan keprihatinan terhadap coronavirus telah menghentikan rally poundsterling. Apakah Poundsterling sudah mulai turun?

Federal Reserve AS memberikan signal untuk mempertahankan tingkat bunga pada level yang rendah paling tidak selama beberapa tahun dan juga berkomitmen untuk mempertahankan pembelian obligasi level tinggi. Hal ini bukannya menggembirakan pasar malah membuat turun pasar, karena investor fokus kepada alasan dibalik semuanya yaitu outlook ekonomi yang suram. The Fed pesimis mengenai kembalinya ekonomi ke level seperti sebelum pandemik, dapat dicapai sebelum 2022. Sentimen pasar menjadi turun dan permintaan terhadap dolar AS yang safe-haven muncul kembali. GBP/USD turun dari diatas 1.28 menjadi ke bawah 1.26. Pasar juga prihatin akan gelombang kedua dari coronavirus di AS dengan naiknya kasus baru di California, Texas dan Florida setelah ke 3 negara bagian ini membuka kembali ekonominya pada bulan Mei.

GDP Inggris turun lebih dari 20% pada bulan April, lebih buruk daripada yang diperkirakan pada bulan pertama lockdown yang penuh. Pembicaraan Brexit tetap mengalami kemacetan dan membuat Sterling terpukul. GBP/USD merupakan yang terburuk dengan sempat turun kebawah 1.26 karena kemandekan pembicaraan Brexit.

Pada minggu ini, di Inggris, infeksi Covid-19 kemungkinan turun khususnya setiap hari Senin, meskipun kecepatan yang mendatar kritikal terhadap tahap berikutnya dalam mengangkat “lockdown”.  Laporan pekerjaan diperkirakan akan terjadi peningkatan di dalam tingkat pengangguran, namun para ekonomi memperkirakan tetap dibawah 5%. Claimant Count Change naik ke 856.000 pada bulan April dan kemungkinan akan meningkat kecepatannya. Pasar tenaga kerja jauh dari pemulihan selama restriksi masih diberlakukan. Angka inflasi untuk bulan Mei diproyeksikan turun dan tetap dibawah target BoE 2%. Event utama pada minggu ini adalah keputusan tingkat bunga dari BoE. Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan bahwa tingkat bunga yang negatif sedang dipertimbangkan secara aktif, membuka pintu terhadap tingkat bunga dibawah Nol, yang bisa membebani Poundsterling. Beberapa koleganya kelihatannya setuju dengannya. Namun, langkah yang drastis ini yang bisa membebani poundsterling dengan berat masih menunggu waktu. Angka penjualan ritel untuk bulan Mei diperkirakan turun ke sekitar 15%, hampir sama dengan bulan April.

Di Amerika Serikat angka kematian menurun tetapi kasus baru tetap naik seperti yang dialami di California, Texas dan Florida. Di ke 3 negara bagian ini peraturan untuk tetap tinggal di rumah kembali diumumkan yang bisa membuat para investor menderita karena harus menunggu lebih lama. Kebanyakan negara bagian telah melonggarkan “lockdown” pada bulan Mei, dan ini bisa memberikan kontribusi terhadap kenaikan kasus baru. Apakah pembukaan kembali perekonomian ini akan mendorong naik belanja? Angka penjualan ritel bulan lalu akan memberikan jawaban. Setelah turun 16.4% pada bulan April, pada bulan Mei ini, kemungkinan akan naik substansial ke 7%, meskipun ada kekuatiran optimisme ini premature. Starbuck menunjukkan bahwa penjualannya tetap tertekan pada bulan lalu. Gubernur Fed Powell masih bisa menggerakkan pasar selama testimoninya di Capitol Hills. Perkiraan yang suram bisa membebani pasar sementara gambaran yang lebih cerah bisa menaikkan pasar.  Klaim pengangguran kemungkinan akan menunjukkan kenaikan diatas satu juta.

Secara tehnikal, momentum masih naik dan Relative Strength Index sudah keluar dari kondisi “overbought” sehingga ada peluang untuk naik kembali dengan “resistance” terdekat menunggu di 1.2645 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2700 dan kemudian 1.2805. Sedangkan penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.2545 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2410 dan kemudian 1.2360.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here