Review Mingguan : Pergerakan Pasar Minyak Sawit

738

(Vibiznews – Commodity) – Analisa pergerakan pasar mingguan untuk minyak sawit  pada minggu ini,  setelah diberlakukan pembebasan pajak ekspor di Malaysia membuat pergerakan harga pada minggu ini meningkat.

Adapun pergerakan harga minyak sawit pada minggu ini :

  • Harga minyak sawit Malaysia pada hari Selasa sempat naik 3.2% tertinggi sejak 31 Maret, Harga minyak sawit Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 40  ringgit atau 1.7% naik ke 2,388 ringgit ($558.99) per ton.
  • Pada hari Rabu harga minyak sawit turun 1.6% karena perkiraan adanya peningkatan produksi bulan ini. Produksi Juni diperkirakan akan meningkat 5.3% dari bulan lalu menjadi 1.74 juta ton.
  • Harga minyak sawit Agustus hari Kamis di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 19 ringgit atau 0.81% menjadi 2,368 ringgit ($558.10) per ton, harga sempat naik 1.36% pada hari Kamis. Ekspor Malaysia dari 1 -1o Juni naik 60 -64 % dari bulan sebelumnya menurut cargo surveyor pada hari Rabu.
  • Harga minyak sawit Agustus hari Jumat pada Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 21 ringgit atau 0.89% menjadi 2,345 ringgit per ton pada pertengahan pasar. Selama seminggu ini harga minyak sawit turun 0.13%. The Southern Peninsular Palm Oil Millers Association memperkirakan pada 1 – 10 Juni produksi minyak sawit Malaysia naik 31.7% dari bulan lalu.

Berita-Berita yang menggerakkan pasar minyak sawit pada minggu ini :

I   Laporan MPOB pada hari Rabu tanggal 10 Juni :

Laporan MPOB pada hari Rabu persediaan minyak sawit pada Mei 2020 turun 0.49% dari bulan lalu menjadi 2.03 juta ton dari 2.04 juta ton di bulan April.

Persediaan CPO di bulan Mei 2020 turun 4.6% menjadi 996,730 ton dari 1.014 juta ton di bulan April.

Persediaan minyak sawit yang sudah diproses di bulan Mei 2020 naik 3.8% dari bulan lalu menjadi 1.03 juta ton dari 999,760 ton pada bulan April.

Produksi CPO di bulan Mei  turun 0.09% dari bulan lalu menjadi 1,651 juta ton dari 1.652 juta ton di bulan April.

Output biji sawit turun 2.4% menjadi 401,280 ton dari 412,597 ton.

Ekspor pada bulan Mei menurut MPOB naik 10.69% dari bulan lalu menjadi 1.36 juta ton dari 1.24 juta ton di bulan April.

  1. MPOC menyatakan ekspor diperkirakan akan meningkat 2.5% menjadi 4.56 juta ton pada kuartal ketiga ke negara India, Cina dan Uni Eropa.

India diperkirakan akan mengimpor 2.15 juta ton minyak sawit pada kuartal ke tiga. India biasanya melakukan impor minyak sawit 9 juta ton per tahun, 2/3 dari jumlah impor minyak nabati dan 4.4 juta ton dari Malaysia pada tahun lalu.

Permintaan minyak sawit Cina juga akan naik, diperkirakan import Cina sebesar 1.8 juta ton,

Cargo surveyor Intertek Testing Services melaporkan ekspor Malaysia dari tanggal 1- 10 Juni naik 61.71% menjadi 545.360 ton dari 337.225  ton pada periode yang sama di bulan Mei.

Cargo surveyor Amspec Malaysia melaporkan bahwa ekspor 1 – 10 Juni naik 59.53% menjadi 550,341 ton dari 344,983 ton pada periode yang sama di bulan Mei.

III. Produksi Minyak Sawit  Malaysia

MPOC memperkirakan produksi minyak sawit Malaysia turun menjadi 19.5 juta – 19.6 juta ton dari perkiraan tahun lalu sebesar 19.86 juta ton.

Produksi Malaysia diperkirakan turun menjadi 19 juta ton di 2020 dari 19.85 juta ton di 2019, sedangkan produksi Indonesia tidak berubah 45 juta ton.

IV.Produksi dan Persediaan di Indonesia

Ekspor Indonesia, produsen minyak sawit terbesar di dunia sebesar 2,65 juta ton pada bulan April menurut  the Indonesia Palm Oil Association (GAPKI) hari Senin, Turun dari ekspor bulan sebelumnya sebesar 2.72 juta ton.

Produksi CPO naik 12.6% di bulan April , dan persediaan CPO sebesar 3-4 juta ton pada akhir April berubah sedikit dari bulan sebelumnya.

V.Impor minyak sawit India

Menurut Indian Vegetable Oil Producers (IVPA) pada hari Kamis perkiraan impor minyak sawit India pada kuartal ke tiga tahun ini adalah sebesar 800,000 ton. Impor India pada kuartal keempat tahun lalu dan kuartal pertama tahun ini sebesar 650,000 ton per bulan,

Pada tahun ini impor bulanan di April & Mei turun menjadi 400,000 ton dan akan naik menjadi 650,000 ton di bulan Juni.

Untuk Oktober 2019 – September 2020 tahun marketing minyak, impor minyak sawit India  diperkirakan sebesar 7.75 juta ton turun dari 10.03 juta ton dari periode sebelumnya.

Total import minyak nabati India selama tahun marketing minyak, turun menjadi 23.66 juta ton dari 25.7 ton dari tahun marketing sebelumnya.

Kesimpulan:

Harga minyak sawit mengalami pencerahan dengan kenaikan harga pada minggu ini karena sudah terjadi pelonggaran dari lockdown selama pandemic covid-19, sehingga pergerakan ekonomi di new normal, membuat permintaan meningkat dari negara-negara importir.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here