Neraca Perdagangan Mei Surplus USD2,09 Miliar; Surplus dari Nonmigas

445

(Vibiznews – Economy) – Bank Indonesia (BI) merilis data neraca perdagangan Indonesia Mei 2020 yang mencatat surplus 2,09 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya defisit 372,1 juta dolar AS. Berdasarkan komponen, surplus tersebut terutama didukung oleh surplus neraca perdagangan nonmigas dan perbaikan defisit neraca perdagangan migas. Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Mei 2020 mencatat surplus 4,31 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat defisit 2,68 miliar dolar AS, AS, demikian keterangan resmi BI (15/6).

“Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan,” ungkap Onny Widjanarko, Direktur Eksekutif BI.

Neraca perdagangan nonmigas Mei 2020 mencatat surplus sebesar 2,10 miliar dolar AS, berbalik dari capaian bulan sebelumnya yang defisit 81,7 juta dolar AS. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas sejalan dengan permintaan domestik yang melemah akibat merebaknya dampak COVID-19. Penurunan impor nonmigas terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang.

Sementara itu, ekspor nonmigas menurun sejalan dengan pertumbuhan ekonomi global yang juga melambat, meskipun beberapa komoditas seperti emas, serta besi dan baja membaik. Adapun neraca perdagangan migas pada Mei 2020 mencatat defisit sebesar 5,4 juta dolar AS, lebih rendah dari defisit pada bulan sebelumnya sebesar 290,4 juta dolar AS. Perbaikan defisit ini dipengaruhi penurunan impor migas sejalan dengan penurunan permintaan minyak mentah dan hasil minyak, dan peningkatan ekspor migas, terutama pertambangan gas.

Analis Vibiz Research Center melihat surplus neraca perdagangan bulan Mei ini lebih oleh penurunan impor non migas sebagai dampak COVID-19 yang melemahkan permintaan domestik. Secara keseluruhan ini, seperti yang disebutkan BI, baik untuk ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Di tengah pandemi neraca perdagangan kita bisa surplus. Ke depannya, kita tetap harapkan pemulihan ekonomi segera dengan konsumsi domestik yang diperkirakan cepat pulih pada saat new normal berlaku.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here