Rekomendasi Harga Minyak 16 Juni 2020: Tertekan Turun Karena Kekuatiran Gelombang Kedua Covid-19

374

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak WTI memperpanjang kelemahan pada awal perdagangan sesi Asia dan sempat mencapai kerendahan di $34.65, turun 5.63%, sementara menuju perdagangan sesi Eropa. Minyak benchmark AS mengalami penurunan karena keengganan terhadap resiko memasuki tahapan penuh ditengah kekuatiran merebaknya kembali virus corona, karena meningkatnya kasus baru coronavirus di AS, Tokyo dan Beijing.

Alabama dilaporkan rekor angka kasus baru untuk hari keempat berturut-turut. Alaska, Arizona, Arkansas, California, Florida, North Carolina, Oklahoma dan South Carolina semua mencatat rekor jumlah kasus baru selama tiga hari belakangan ini. Tokyo mengalami kasus tertinggi sejak tanggal 5 Mei ke 47. Beijing mengumumkan penutupan parsial setelah virus corona menyebar ke pasar utama makanan di distrik Fengtai Selatan dari Cina.

Selain masalah Covid-19, meningkatnya perpecahan antara Presiden AS Donald Trump dengan gubernur-gubernur negara bagian karena protes belakangan ini juga membebani emas hitam. Dan sikap Beijing yang terus keras terhadap Hong Kong menambah ketidakpastian di pasar.

Dorongan naik muncul dari pemangkasan “supply” minyak Irak dan juga produsen utama Arab Saudi, Aramco. Aramco dikabarkan memangkas “supplies” minyak bulan Juli terhadap paling tidak 4 pembeli di Asia.

Penurunan lebih jauh akan berhadapan dengan “support” terdekat di $35.24 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $33.75 dan kemudian $32.78. Sedangkan kenaikannya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $37.71 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $38.68 dan kemudian $40.17.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here