Rekomendasi Harga Minyak 17 Juni 2020: Berhasil Naik Melawan Tekanan Turun

388

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak diperdagangkan naik ke $38.28 dengan naiknya minat terhadap resiko di pasar pada hari kemarin. Harga minyak WTI diperdagangkan naik 0.59% meskipun turun dari ketinggian di awal sesi.

Harga minyak berjangka WTI naik ke atas $35, mendekati $36, setelah sempat turun ke kerendahan di $34.50 pada hari Senin di awal perdagangan sesi AS. Meningkatnya keprihatinan akan gelombang kedua dari coronavirus dan potensi ini akan merusak pemulihan ekonomi membebani sentimen pasar pada hari Senin. Laporan – laporan belakangan ini yang menunjukkan terjadinya gelombang infeksi yang baru di Cina dan meningkatnya kasus yang terjadi di AS telah menghantui investor dan sebagai akibatnya mendorong harga minyak turun kebawah. Pasien rumah sakit di sekitar 20 negara bagian di AS mengalami peningkatan, termasuk di Texas dan Florida. Covid-19 kembali merebak di Beijing dan telah menular ke 100 orang dan memicu penutupan pasar-pasar di kota-kota Cina.

Selain itu British Petroleum menurunkan perkiraan harga minyak sebanyak 27%, yang menambah tekanan terhadap harga minyak. Ditambah lagi dengan laporan bahwa ekspor minyak Arab Saudi telah jatuh ke level terendah selama 35 tahun.

Namun laporan bahwa Baghdad telah memangkas ekspor minyaknya paling sedikit sebanyak 15% di bulan Juni telah membantu harga minyak kembali pulih. Laporan ini memperbaharui optimisme bahwa pemangkasan produksi dari OPEC+ akan tetap terjadi.

Selain itu sentimen pasar “risk – on” lagi dengan Federal Reserve mengumumkan pembelian obligasi korporasi dan Gedung Putih mendiskusikan belanja infrastruktur. Para investor mengabaikan keprihatinan akan coronavirus di AS. Pasar juga mengabaikan merebaknya Covid-19 kembali di Beijing.

The Fed mengumumkan bahwa mereka akan membeli obligasi korporasi sebagai bagian dari Secondary Market Corporate Credit Facility (SMCCF). The Fed sebelumnya menggunakan program ini untuk membeli Exchange Trading Funds (ETF) dan sekarang akan langsung ke obligasi, senilai $750 miliar dan termasuk membeli obligasi baru yang diterbitkan.

Presiden Donald Trump menambah optimisme pasar dengan Gedung Putih dilaporkan sedang memandang kepada program belanja infrastruktur senilai $1 triliun. Ini bisa mendorong perekonomian AS dan pasar masih tetap optimis sampai saat ini.

Investor juga mendapatkan semangat dari tanda-tanda pemulihan hubungan antara Cina dan AS. Washington mengijinkan perusahaan AS untuk menggunakan peralatan dari Huwaei dan terlebih penting lagi, Sekretaris Negara Mike Pompeo akan bertemu dengan rekannya dari Cina Yang Jiechi di Hawaii.

Kenaikan lebih lanjut dari harga minyak akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $39.38 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $41.25 dan kemudian $42.83. Sedangkan “support” terdekat menunggu di $35.65 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $33.62 dan kemudian $33.62.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here