Hang Seng 18 Juni Fluktuatif, 3 Sektor Saham Melemah

398
indeks hang seng
Photo by Vibizmedia

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham  Hong Kong hari Kamis  (18/06/2020) berhasil keluar dari tekanan jual awal sesi, sekalipun kemudian ditutup nyaris flat. Akhirnya indeks Hang Seng retreat  dari penguatan harga saham selama 2 hari berturut. Kekuatan Hang Seng jelang penutupan didapat dari  janji pemerintah Beijing untuk lebih banyak reformasi dan likuiditas untuk meningkatkan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Tekanan jual saham awal sesi sangat kuat merespon berita percepatan peningkatan dalam kasus coronavirus harian di seluruh dunia, dimana telah terjadi gelombang kedua penyebaran virus covid-19 di ibukota negara China.

Regulator sekuritas utama China mengatakan pada hari Kamis bahwa negara itu akan terus  secara mendalam menerbitkan reformasi pasar modal, dan bahwa prioritas utama adalah untuk membantu kepercayaan pasar pulih di tengah pandemi. Sebelumnya  People’s Bank of China melakukan injeksi repo 14 hari pertama sejak bulan Februari, dan juga memotong tingkat bunga 20bps.

Indeks Hang Seng turun  16,47 poin atau 0,07% pada 24.464,94, setelah sempat anjlok 1,64% awal sesi. Namun untuk indeks saham  Cina  Enterprise (HSCE)  dengan 60 saham unggulan naik 0,07%  atau 6,82 poin menjadi 9.916,45.  

Melihat pergerakan secara sektoral,  hanya 3 sektor masuk zona merah yang dipimpin saham saham sektor energi  turun 0,51%, saham sektor Telekomunikasi turun 0,02% dan saham sektor keuangan berakhir  0,35% lebih rendah. Selebihnya masih bergerak positif  yang dipimpin oleh saham sektor material naik 2,04%, saham sektor IT naik 1,20%, saham sektor industri naik 0,40% dan saham sektor properti naik 0,34%.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here