Yield Obligasi Pemerintah Jumat Turun, Harga Rally Seminggu Terakhir

465
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Bonds) – Imbal hasil (yield) obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau turun 1,3 bps, pada perdagangan Jumat sore ini (19/6) menjadi 7,175%. Pergerakan ini menunjukkan harga obligasi Pemerintah dalam rally penguatan dalam seminggu terakhir ini, didorong minat investor asing masuk ke aset pendapatan tetap (fixed income) Indonesia karena menawarkan tingkat yield yang lebih tinggi dibandingkan negara berkembang lainnya.

Minat investor asing terhadap SBN tetap kuat. Terakhir pada Selasa lalu pemerintah kembali menerbitkan sukuk global di pasar internasional dengan denominasi dolar Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 2,5 miliar. Hasil peluncurannya terpantau sukses dengan mendapatkan order book sebesar US$ 16,66 miliar atau 6,7 kali di atas target awal. Kebijakan Bank Indonesia, Kamis (18/6), menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,25%, nampaknya juga mendapatkan respon positif pasar.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk IHSG hari Jumat di akhir sesi ini, terpantau rebound 0,35% atau 17,027 poin ke level 4.942,275, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya menguat sementara investor memonitor perkembangan peningkatan penyebaran wabah virus di beberapa negara. Sedangkan, rupiah sore ini melemah tipis 0,16% atau 22 poin ke level Rp 14.100.

Menurut data per petang ini, tingkat yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun 1,3 bps ke level 7,175%; tenor 5 tahun turun 3,9 bps ke level 6,697%. Menunjukkan harga SBN cenderung menguat sejak tanggal 10/6 lalu, saat yield ID 10Y T-BOND berada di level 7,294%, atau dalam seminggu terakhir.

Sebagaimana diketahui, yield menjadi acuan keuntungan investor di pasar surat utang dibanding harga karena itu sudah mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka. Kenaikan yield menunjukkan turunnya harga obligasi pemerintah karena gerak antara yield dan harga obligasi berlawanan. Harga obligasi yang turun mencerminkan risiko tinggi, maka yield akan naik. Sebaliknya, yield turun mencerminkan harga obligasi yang naik.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here