Forex Eropa 22 Juni: Poundsterling Diperkuat Prospek Brexit, Aussie Rebound oleh Komentar Pimpinan RBA

467

(Vibiznews – Forex) – Di awal perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (22/06/2020), posisi dolar AS terdepresiasi secara indeks dari posisi tertinggi dua minggu yang dicapai akhir pekan lalu karena investor mencoba untuk mengabaikan kekhawatiran gelombang kedua coronavirus dan konsekuensinya untuk pemulihan ekonomi global.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya, terpantau bergerak lemah  ke posisi 97,40 atau sedang turun 0,22 persen dari penutupan sebelumnya setelah dibuka pada posisi  97.57 dan sempat  turun ke posisi terendah di 97.25.

Demikian juga terhadap beberapa rival utamanya terpantau sedang melemah seperti aussie dolar dalam AUDUSD, yang kini pair sedang bergerak kuat ke posisi 0,6877 atau alami kenaikan 0,67% dari akhir pekan lalu. Pair diperkuat oleh komentar optimis  pimpinan bank sentral Australia (RBA) – Philip Lowe dalam panel diskusi dampak covid-19 dalam pertumbuhan ekonomi global.  Lowe mengatakan  bahwa kenaikan mata uang baru-baru ini bukan masalah dan bahwa dampak pandemi COVID-19 tidak akan seburuk yang ditakutkan pertama kalinya.

Demikian pound Inggris naik 0,6% ke posisi  atas $ 1,2400  setelah jatuh ke level terendah 3-minggu  di sesi sebelumnya, didukung oleh prospek perjanjian perdagangan Brexit dan data ekonomi yang optimis. Baik Presiden Prancis Emmanuel Macron dan ketua Uni Eropa Ursula von der Leyen akan membuat kesepakatan baru pada Brexit. Kemudian  data terbaru menunjukkan penjualan ritel meningkat pada rekor 12% pada bulan Mei, lebih dari dua kali lipat perkiraan pasar sebesar 5,7%.

Posisi euro juga bergerak kuat terhadap dolar AS dalam pair EURUSD dengan terpantau sedang naik 0,34% ke posisi 1.1214. Pair rebound dari posisi terburuk dalam perdagangan 2 pekan oleh lemahnya dolar AS. Namun terhadap yen Jepang, posisi dolar AS menguat dengan kenaikan pair USDJPY 0,02% ke posisi 106.90.

Untuk pergerakan indeks dolar selanjutnya secara teknikal, menurut analyst Vibiz Research Center indeks dolar diperkirakan akan meluncur  ke posisi  97.10 – 96.50. Namun  jika terjadi koreksi  akan mendaki  ke  posisi  97.60 – 98.20.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here