Harga Jagung Naik Pada Akhir Minggu, Akibat Cuaca Kering di Daerah Pertanian

896

(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung meningkat pada hari Jumat karena cuaca kering di daerah pertanian dapat mengganggu pertumbuhan dari jagung, akibatnya hasil jagung akan berkurang.

Harga jagung Juli di CBOT naik 1.2 sen menjadi $3.3250 per bushel.

Cuaca di AS sangat penting di saat masa pertumbuhan dari jagung, cuaca panas dan kering akan berlangsung di daerah pertanian the Great Plains dan Midwest, namun setelah itu curah hujan akan kembali meningkat. Cuaca yang buruk pada minggu terakhir ini sangat mengganggu pertumbuhan dari jagung, sehingga hasil yang diharapkan akan berkurang, inilah yang menyebabkan harga jagung meningkat di akhir minggu.

Agroconsult menaikan perkiraan panen jagung di Brazil menjadi 72.9 MMT dari 71.7 MMT. Hasil panen jagung per area diperkirakan sebesar 91.7 kantong per area atau 83.9 bpa. Perkiraan Conab hasil panen di Brazil sebesar 86.1 bpa, sedangkan pada tahun lalu 2018/19 panen kedua sebesar 90.5 bpa.

Sampai 18 Juni panen di Argentina sudah selesai 70.7% dari 4.3m Ha. Menurut laporan BAGE perkiraan panen sebesar 8.57 MT/Ha (127 bpa) dan perkiraan produksi sebesar 50 MMT konsisten dengan perkiraan USDA.

Laporan ekspor mingguan untuk jagung  sebesar 357.8 KT dibawah perkiraan sebesar 450 – 850 KT sedangkan untuk persediaan baru ekspor mingguan sebesar 114.8 KT masih dalam range perkiraan 50 – 300 KT.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $3.24 dan berikut ke $3.21 sedangkan resistant di $3.35 dan berikut ke $3.40.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here