Bursa Amerika Masih Kuat, Saham Apple Cetak Rekor Tinggi

327

(Vibiznews-Index) – Perdagangan saham di bursa Amerika kembali menunjukkan minat beli saham yang masih dengan indeks Nasdaq terus mendaki ke posisi rekor tertinggi barunya. Pada akhir sesi Rabu dinihari WIB (24/06/2020) semua indeks ditutup dalam zona positif setelah terjadi pergerakan yang fluktuatif sepanjang sesi.

Indeks Nasdaq naik 74,89 poin atau 0,7 persen menjadi 10.131,37, sedangkan indeks Dow Jones naik 131,14 poin atau 0,5 persen menjadi 26.156,10 dan indeks S&P 500 naik 13,43 poin atau 0,4 persen menjadi 3.131,29.

Nasdaq kembali membukukan rekor baru  didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi utama, seperti saham Apple yang naik 2,13% ke posisi rekor tertingginya setelah mengumumkan produk IOS terbarunya dalam ajang pameran teknologi Apple (WWDC 2020) yang diadakan setiap tahunnya di California.

Kekuatan lanjutan saham di Wall Street mendapat sentimen positif ketika sebelumnya penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro mengklarifikasi pernyataannya tentang kesepakatan perdagangan AS-China setelah Presiden Trump  meyakinkan investor dengan  menyatakan kesepakatan perdagangan itu  sepenuhnya utuh dan mengatakan ia berharap China akan terus memenuhi ketentuan Perjanjian.

Minat beli saham juga mendapat support dari rilis data ekonomi di kawasan Eropa yang optimis yaitu data flash PMI manufaktur dan service yang dilaporkan melebihi ekspektasi pasar.

Namun saham mendapat tekanan dari laporan PMI Manufaktur AS yang dibawah ekspektasi pasar sekalipun PMI service meningkat dan juga rilis data  penjualan rumah baru melonjak 16,6 persen.

Melihat pergerakan saham secara sektoral, saham-saham emas memperpanjang reli yang terlihat selama dua sesi sebelumnya mendorong NYSE Arca Gold Bugs Index naik 1,8 persen ke level penutupan terbaik dalam sebulan.

Kekuatan yang signifikan juga terlihat di antara saham-saham transportasi, yang tercermin dari kenaikan 1,3 persen Dow Jones Transportation Average. Saham-saham baja dan ritel juga mencetak  keuntungan kuat, namun pergerakan sebaliknya terjadi pada saham-saham jaringan dan utilitas.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here