Bursa Korea Selatan 25 Juni Melemah, Tertekan Proyeksi WHO

336

(Vibiznews – Indeks) – Keuntungan bursa saham Korea Selatan terpangkas pada perdagangan saham  hari Kamis (25/06/2020), dengan indeks Kospi turun ke posisi terendah 2 hari. Indeks bursa saham Seoul tersebut anjlok 2 persen lebih merespon buruknya pertambahan kasus baru terinfeksi covid-19. 

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pihaknya memperkirakan jumlah  kasus COVID-19 global akan menyentuh 10 juta minggu depan, dengan kasus virus harian baru di AS melonjak menjadi hampir 36.000 dalam penghitungan terbaru, mendekati rekor tertinggi 36.426 pada akhir April.

Sementara itu, Kementerian Ekonomi dan Keuangan mengumumkan rencana untuk merevisi undang-undang untuk memperluas pajak capital gain kepada semua investor saham mulai tahun 2023, sambil menurunkan pajak transaksi saham. Kementerian mencatat bahwa langkah itu  bertujuan untuk meningkatkan keadilan perpajakan dengan mengurangi pembebasan pajak atas produk-produk keuangan.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup turun 49,14 poin atau 2,27 persen menjadi ditutup pada 2.112,37. Demikian juga indeks Kospi200 berjangka turun 6,97 poin atau 2,43% ke posisi 279.73,  setelah sempat  naik ke posisi tertinggi  284.36.   

Melihat pergerakan saham-saham kapital besar di Kospi, sebagian besar  ditutup melemah dan masuk zona merah seperti saham  Samsung Electronics anjlok 1,89 persen  dan saham SK hynix, pembuat chip memori nomor 2 di dunia, berakhir 1,98 persen lebih rendah. Kemudian saham pembuat mobil nomor 1 Hyundai Motor turun 3,5 persen, saham perusahaan kimia nomor 1 LG Chem merosot 3,29 persen dan saham pembuat baja terkemuka POSCO turun 2,7 persen .

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here