Pasar Perumahan Amerika akan Bertumbuh Moderat Tahun Ini, Alasannya?

221

(Vibiznews – Property) – Sektor perumahan disebut-sebut merupakan salah satu sektor ekonomi yang bisa bertahan selama penurunan ekonomi akibat virus corona di Amerika. Mark Zandi, chief economist di Moody’s Analytics, dalam menilai pasar real estate di Amerika menyatakan akan ada pertumbuhan yang moderat pada akhir tahun ini.

Dilansir dari CNBC baru-baru ini (23/6), Zandi menyebutkan bahwa penjualan rumah baru (di AS) pada bulan lalu telah naik hampir 13% (yoy). Namun menurut Zandi, sektor ini akan melemah karena sebagian bantuan pemerintah dan regulasi untuk menopang perekonomian akan berakhir.

“Kombinasi antara pengangguran tinggi dan akhir dari langkah-langkah relaksasi akan menghasilkan lebih banyak default dan juga penyitaan, dan itu akan menekan pasar perumahan (di Amerika),” katanya di acara CNBC “Power Lunch“.

Disebutkannya bahwa jutaan pemilik rumah telah diuntungkan dari program relaksasi yang membebaskan debitur dari kewajjiban pembayaran KPR, melindungi juga pasar perumahan dari kenaikan tingkat pengangguran.

Sementara itu, kekhawatiran penyebaran wabah corona virus telah memicu peningkatan minat untuk rumah di daerah pinggiran kota dan pedesaan, yang menyebabkan terjadinya permintaan yang melebihi pasokan. Lebih banyak konstruksi, khususnya di daerah-daerah kelompok harga rendah dan menengah, diperlukan untuk membantu masalah pasokan, kata Zandi.

“Ada kekurangan pasokan rumah, baik di pasar existing maupun yang baru,” katanya.

Kurangnya pasokan adalah salah satu alasan turunnya penjualan rumah existing meskipun penjualan rumah baru melonjak, kata Zandi. Zandi juga menekankan bahwa dia tidak berekspektasi adanya penurunan tajam untuk sektor ini. Menurutnya, pasar perumahan di AS telah dapat “menavigasi pandemi dengan sangat baik, didukung oleh sejumlah fundamental. Pasar ini hanya akan sedikit mendingin (cool off) di akhir tahun ini.”

Analis Vibiz Research Center melihat pasar perumahan di Amerika memiliki cukup daya tahan di tengah gempuran pandemi karena masih kuatnya permintaan perumahan secara real, didukung dengan program stimulus Pemerintah AS yang tepat sasaran. Barangkali ini bisa menjadi referensi dan juga harapan untuk sektor perumahan di negeri kita. Sebagaimana kita tahu, bahwa permintaan memiliki hunian, baik rumah tapak maupun juga apartemen di lokasi dekat sarana publik, adalah permintaan real yang masih kuat. Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia baru-baru ini serta sejumlah stimulus dan relaksasi yang telah mendahuluinya, diharapkan akan dapat menopang sektor properti perumahan untuk dapat bangkit lagi pada tahun depan.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here