Analisis Fundamental Aussie dalam AUDUSD Periode 29 Juni – 3 Juli

332

(Vibiznews – Forex) – Pergerakan pair AUDUSD pekan lalu gagal mencetak bullish kuat setelah sempat awal sesi melompat tinggi hingga naik 900 pips oleh pernyataan optimis pimpinan RBA. Kemudian terpangkas lagi oleh kuatnya sentimen perdagangan safe haven, namun dapat ditahan oleh meningkatnya harga komoditas seperti emas dan logam unggulan aussie seperti tembaga dan bijih besi.

Memulai pergerakan awal pekan ini akhir sesi Asia hari Senin (29/06/2020), posisi AUDUSD bergerak kuat oleh melemahnya posisi dolar AS pasca berita meningkatnya kasus baru covid-19 di Amerika Serikat. Kemudian sedikit terdongkrak setelah sebuah institut produk biologis di Beijing mengumumkan bahwa ia telah mencapai hasil positif penelitian vaksin COVID-19.

Fundamental Pekan Lalu
Dari sisi data ekonomi Australia, pekan lalu merupakan minggu yang tenang di Australia, tanpa data makro yang kuat dan juga momen penggerak pasar. Penggerak pasar yang kuat hanya pada awal pekan yaitu pidato Ketua RBA Philip Lowe yang kemudian lajukan pair AUDUSD. Dari laporan ekonomi terdapat rilis data PMI manufaktur yang meningkat dari 42,8 menjadi 49,8.

Dari Amerika Serikat, data manufaktur meningkat tajam dengan PMI Manufaktur naik dari 39,8 menjadi 49,6 poin. Kemudian data pesanan barang tahan lama bersinar di bulan Mei,  naik 4,0% dari  penurunan 7,4 persen.  Lalu untuk PDB akhir  kuartal pertama menunjukkan penurunan 5,0%, tidak berubah dari perkiraan sebelumnya. Klaim pengangguran turun dari 2,43 juta menjadi 2,12 juta, yang sesuai harapan. Berita itu tidak sebagus di sisi konsumen, data pengeluaran pribadi menurun 13,6%, setelah penurunan 7,5% sebelumnya.

Fundamental Pekan ini 
Pekan ini dari sisi data ekonomi Australia tidak banyak momentum yang bisa menjadi market mover.  Hanya ada rilis data makro yang kuat seperti data Neraca Perdagangan periode bulan Mei yang diperkirakan menunjukkan data yang kuat, dimana untuk surplus perdagangan Australia  akan naik menjadi A$ 9,00 miliar di bulan Mei. Data penting lainnya pada akhir pekan terdapat rilis data Penjualan Eceran, setelah dua penurunan sekitar 17%, penjualan ritel rebound pada bulan April, dengan kenaikan kuat 16,3 persen. Untuk periode bulan Mei akan dirilis menunjukkan data yang lebih kuat.

Sedangkan dari ekonomi AS, Federal Reserve atau bank sentral Amerika akan menjadi fokus dimana Ketua Fed Jerome Powell akan bersaksi di depan komite Kongres AS dan The Fed juga akan merilis risalah pertemuan bulan Juni lalu. Kemudian yang sangat kuat mempengaruhi pasar pekan ini data NFP bulan Juni dan juga pertumbuhan upah yang diperkirakan menunjukkan data yang positif melebihi periode sebelumnya.

Selain kedua data makro dari Amerika Serikat dan Australia, sebagai salah satu katalis penggerak pasar lainnya untuk kurs aussie yaitu data ekonomi makro China yang kuat pengaruhi pasar. Pekan ini pasar juga akan memperhatikan rilis data PMI manufaktur China  karena China adalah mitra dagang terbesar Australia. Data PMI manufaktur diperkirakan menunjukkan data yang lebih rendah dari data periode sebelumnya.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here