Meningkatkan Kepercayaan Investor di Masa Pandemi – Wawancara bersama Vidjongtius, CEO Kalbe Farma

241

(Vibiznews – Dialogue & Opinion) Menghadapi kondisi pandemi coronavirus sekarang ini, PT Kalbe Farma Tbk, tetap berupaya meyakinkan kepercayaan investor untuk bisnis yang dilakukan Kalbe Farma berjalan dengan baik.

Vidjongtius, CEO Kalbe Farma menyatakan dengan menyediakan obat berkualitas, juga informasi yang berkualitas diharapkan dapat memberikan layanan yang baik bagi pelanggan.

Kalbe juga melihat orang masih terus membutuhkan seperti herbal, jamu, vitamin, obat resep, alat kesehatan. Untuk itu di saat kondisi pandemi, dilakukan layanan online, sehingga bisa terjangkau bagi masyarakat.

Juga Last Mile Logistics dijalankan, seperti distribusi dari apotik ke rumah, dengan demikian konsumen yang ada di rumah dapat terlayani, juga produk kesehatan bisa masuk melalui jaringan Kalbe, dengan demikian semua obat bisa sampai ke rumah.

Vidjongtius juga menambahkan Kalbe juga ikut dalam Research & Development, sehingga akan membantu negara memberikan akses terhadap vaksin dan obat baru baik untuk nasional maupun mancanegara. Seperti juga arahan Menperin bahwa
industri farmasi harus menjadi industri yang mandiri di negara sendiri.

Terkait obat-obatan dan vaksin, Vidjongtius menyatakan Kalbe sedang melakukan 3 proses uji klinis :
1. Produk herbal indonesia konsorsium dengan kementerian riset & teknologi,
seperti jamur Cordyceps.

2. Produk herbal lain seperti jahe merah yang disedng diuji klinis di wisma atlet

3. Vaksin, bekerjasama dengan partner Kalbe di Korea Selatan, Genexine, dimana saat ini sudah melewati pra klinis dan masuk ke dalam uji klinis fase pertama.
Kalbe juga sedang berkoordinasi dengan instansi pemerintah juga kerjasama dengan beberapa laboratorium lokal untuk persiapan fase kedua
Diharapkan fase kedua dapat dimulai di akhir tahun ini dan diharapkan dapat selesai di pertengahan tahun 2021.
Melalui hal ini diharapkan ada terobosan baru untuk vaksin covid19 ini.
Setelah fase kedua, diharapkan secara terbatas vaksin sudah bisa dipakai oleh masyarakat pada pertengahan 2021.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here