Bursa Saham Korsel 1 Juli Melemah Ikuti Sentimen Asia dan Lemahnya Data Ekspor

319

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan menutup perdagangan saham awal bulan pada hari Rabu (1/7/2020) dengan pelemahan harga saham setelah sesi sebelumnya rebound  dari posisi terendah 2 pekan. Indeks Kospi retreat merespon sentimen pasar Asia yang sedang tertekan dan juga laporan data ekonomi Korsel yang kurang menggembirakan. 

Sentimen investor pasar Asia tertekan merespon berita timbulnya kembali ketegangan AS-China setelah Presiden Trump menyatakan dalam twitternya semakin marah pada China karena gelombang pandemi coronavirus yang baru. Kemudian  China mengeluh bahwa AS melewati batas atas masalah hukum keamanan nasional Hong Kong.

Data ekonomi yang mengecewakan investor hari ini yaitu data output konstruksi turun 5,8 persen dari tahun sebelumnya pada Mei 2020. Kemudian  surplus perdagangan Korea Selatan menyempit pada Juni, dengan ekspor turun 10,9 % sementara impor anjlok 11,4% ke level terendah 3,5 tahun.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup turun 1,63 poin atau 0,08 persen menjadi 2.106,70. Namun untuk indeks Kospi200 berjangka menguat  0,17 poin atau 0,06% ke posisi 280.26,  setelah sempat  turun ke posisi rendah di 279.44 dan naik ke posisi tertinggi  283.84.

Melihat pergerakan saham-saham kapital besar di bursa Seoul hari ini ditutup mixed, yang masuk zona merah seperti  saham Samsung Electronics turun 0,38 persen , saham Samsung BioLogics jatuh 2,97 persen dan saham Celltrion jatuh 2,78 persen. Untuk saham yang tetap di zona hijau seperti saham  POSCO naik 2,59 persen, saham Korea Zinc melonjak 5,37 persen dan saham pembuat chip No. 2 SK hynix menambahkan 0,24 persen.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here