Antara Gelombang Baru Virus vs Pemulihan Lebih Cepat — Market Outlook, 6-10 July 2020 by Alfred Pakasi

707

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • kekhawatiran investor atas menanjaknya kasus infeksi baru virus corona di AS, Amerika Selatan, dan beberapa negara lainnya;
  • indikator data makro ekonomi AS, Eropa dan China yang menunjukkan peluang pemulihan ekonomi global yang lebih cepat.
  • Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 11.2 juta orang terinfeksi di dunia dan 529 ribu orang meninggal, dan menyebar ke 213 negara dan teritori.

Pasar saham dunia umumnya bergerak menguat agak terbatas, permintaan safe haven naik turun dan menopang kenaikan lanjutan harga emas.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan penyebaran wabah virus corona, prospek pemulihan ekonomi ini akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 6-10 July 2020.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau dalam tren penguatan bertahap bersama dengan sentimen positif pasar regional atas pemulihan beberapa indikator ekonomi makro. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya bias menguat. Secara mingguan IHSG ditutup rebound menguat 1.42% ke level 4,973.794. Untuk minggu berikutnya (6-10 Juli 2020), IHSG kemungkinan akan diintip profit taking dengan masih di sekitar area konsolidasi 4 minggu terakhirnya. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 5139 dan kemudian 5365, sedangkan support level di posisi 4712 dan kemudian 4621.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau berlanjut melemah di antara sebagian pasar yang mengkhawatirkan kenaikan kasus baru virus corona dalam negeri, sementara dollar global terlihat kembali terkoreksi, sehingga rupiah secara mingguannya melemah tajam 2.13% ke level Rp 14,523. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih menanjak, atau pelemahan bagi rupiah, dalam range antara resistance di level Rp14,780 dan Rp14,820, sementara support di level Rp14.116 dan Rp14.000.

 

Dalam rangka mendorong ekonomi Indonesia melawan wabah Covid-19, berikut ini beberapa informasi perkembangan langkah-langkah OJK, BI, maupun stimulus fiskal dari Pemerintah:

  • Arahan Presiden Jokowi pada Sidang Kabinet Paripurna

Presiden Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna, 18 Juni 2020 yang lalu, memberikan arahan kepada jajarannya untuk memiliki pandangan dan perasaan yang sama dalam menghadapi kondisi yang terjadi di masa pandemi Covid-19 ini. Penangganan harus dilakukan dengan extraordinary, tidak bisa dengan cara biasa. Sikap “sense of crisis” di seluruh jajaran kementerian/lembaga harus sama dengan yang dirasakan Presiden Jokowi.

  • Bank Indonesia merilis inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2020 yang disebutkan tetap rendah. Inflasi IHK Juni 2020 tercatat 0,18% (mtm), atau 1,96% (yoy). Sementara itu, inflasi Juli 2020 diperkirakan sebesar 0,04% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya. Atau, secara tahunan sebesar 1,69% (yoy).
  • Bank Dunia pada Rabu minggu lalu menaikkan peringkat Indonesia dari negara berpendapatan menengah atau “middle income country” menjadi negara berpendapatan menengah ke atas atau “upper middle income country.” Ini sejalan dengan peningkatan pendapatan kotor nasional (Gross National Income atau GNI) per kapita, dari USD 3.840 pada tahun 2019, menjadi USD 4.050 atau Rp57,7 juta pada tahun 2020.
  • Menteri BUMN Erick Thohir pada Kamis lalu menyatakan sedang menyiapkan lahan seluas 4.000 hektar untuk mengantisipasi perpindahan investasi yang keluar dari China, Jepang, Korea dan juga Amerika. Lokasinya adalah di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum masih tertekan dalam pergerakan yang terbatas dengan investor yang tetap berhati-hati memonitor menanjaknya kasus baru wabah virus di AS, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah terbatas ke 97.15. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat tipis ke 1.1243. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1423 dan kemudian 1.1495, sementara support pada 1.1068 dan 1.0871.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.2481 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2814 dan kemudian 1.3200, sedangkan support pada 1.2204 dan 1.2075. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat tipis ke level 107.49.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 109.85 dan 110.08, serta support pada 105.99 serta level 105.15. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.6943. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7043 dan 0.7082, sementara support level di 0.6506 dan 0.6371.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum variatif dengan bias menguat, didukung oleh beberapa indikator ekonomi yang menguat melampaui ekspektasi di China dan Amerika. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 22,306. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 23178 dan 23807, sementara support pada level 20335 dan 19448. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 25,373. Minggu ini akan berada antara level resistance di 25579 dan 26408, sementara support di 23685 dan 22520.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat oleh pertambahan lapangan kerja AS yang melampaui ekspektasi yang mengindikasikan pemulihan ekonomi dari tekanan pandemi. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 25,827.37, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 26611 dan 27102, sementara support di level 24843 dan 24294. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 3,126.1, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3235 dan 3394, sementara support pada level 2936 dan 2909.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat terbatas oleh kombinasi sentimen antara pelonjakan kasus infeksi baru virus corona di Amerika yang tertahan dengan melejitnya pertambahan tenaga kerja AS, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat tipis ke level $1,775.08 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1789 dan berikut $1796, serta support pada $1670 dan $1641.

 

Banyak pelaku pasar pada minggu-minggu ini agak ragu karena kondisi pasar yang sepertinya sedang kurang jelas. Fluktuatif, variatif, mungkin juga terkesan tanpa tren yang jelas. Ada sebagian investor pun bereaksi secara sepertinya over-reactive. Apapun itu, tidak mudah bereaksi bahkan secara logis pun pada saat pasar sedang gonjang-ganjing. Ini, antara lain, menunjukkan kuatnya fenomena psikologis dalam pasar, baik dalam individu per investor maupun di level pasar secara universal yang bisa disebut sebagai “psikologi pasar”. Bagaimanapun, tidak mudah untuk mengikuti, memahami, apalagi memanfaatkan gejolak pasar yang naik turun. Jangan kuatir, Vibiznews.com adalah ahlinya untuk membantu menganalisis pasar bagi Anda dan memetik keuntungan dari dinamikanya. Mungkin Anda telah membuktikannya juga sebelum ini. Terima kasih telah bersama kami, ketahuilah kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here