Rekomendasi Forex GBP/USD 6 – 10 Juli 2020: Alasan Turun Lebih Banyak

1496

(Vibiznews – Forex) Minggu lalu, GBP/USD sempat diperdagangkan naik disekitar 1.25, mempertahankan keuntungannya setelah AS melaporkan pertambahan 4,8 juta pekerjaan, namun akhirnya kembali turun ke 1.2450, karena keprihatin mengenai Brexit, dengan pembicaraan mengenai Brexit diantara para negosiator tingkat atas ditunda ke minggu depan, sebelum akhirnya dengan perlahan naik kembali ke 1.2490.

Orang Inggris merayakan hari Sabtu tanggal 4 Juli dimana mereka diperbolehkan kembali ke “Pub”. Pelonggaran ronde terbaru dari PM Boris Johnson termasuk pembukaan kembali bar-bar setelah lebih dari 3 bulan ditutup. Namun, Leicester, kota ditengah daratan Inggris dikecualikan karena mengalami wabah Covid-19 yang baru.

Grant Shapps, menteri transportasi Inggris juga mengumumkan bahwa peraturan karantina akan dilonggarkan untuk 50 negara. Apakah para turis akan berdatangan kembali ke Inggris? Yang pasti akan mulai sedikit demi sedikit.

Sementara berita ini memberikan semangat bagi para trader dan mendukung Poundsterling, di Amerika Serikat, bar dan restoran ditutup pada hari libur Kemerdekaan di AS. Kasus coronavirus meningkat di AS, menyentuh ketinggian harian yang baru sebanyak 55.000 pada hari Kamis minggu lalu. Dolar AS mengalami kenaikan karena keprihatinan akan hal ini.

Sebelumnya pada hari Kamis minggu lalu, para investor lebih antusias, karena laporan Non-Farm Payrolls.  Bereau of Labor Statistics mengumukan 4,8 juta pekerjaan diciptakan pada bulan Juni. Angka ini secara signifikan mengatasi daripada yang diperkirakan konsensus dimana para ekonom memperkirakan penambahan pekerjaan sekitar 3,1 juta.

Tingkat pengangguran juga turun lebih daripada yang diperkirakan sebesar 11.1% dibandingkan dengan perkiraan konsensus sekitar 12.4%.  S&P 500 berjangka naik dan dolar AS tertekan.

Sementara angka yang keluar menunjukkan pemulihan ekonomi yang cepat, data yang diambil berasal dari paruh pertama bulan Juni dimana sebelum gelombang kedua memukul dengan keras. Data klaim pengangguran masih tetap tinggi. Konsumsi gasoline, reservasi restoran dan lalulintas belanja di took-toko jatuh selama bulan Juni. Sementara Amerika Serikat sedang liburan akhir minggu yang panjang, statistik Covid-19 terus dipublikasikan. Apakah kekuatiran akan mendominasi pada minggu ini?

Kebuntuan Brexit terus berlanjut mempengaruhi poundsterling. Sementara baik Uni Eropa dan Inggris berusaha mencapai kesepakatan segera, mereka masih bertentangan pendapat dan menunda pertemuan diantara para negosiator tingkat atas. Apakah akan terjadi terobosan pada minggu ini?

PM Johnson menyatakan perlunya untuk mendapatkan kesepakatan yang baik dan siap untuk berbagai opsi yang lain. Kanselir Jerman Angela Merkel juga berkata bahwa Eropa tetap harus menyiapkan Brexit yang tanpa kesepakatan.  Uni Eropa dan Inggris tidak sepakat dalam hal permintaan Brusel bahwa London harus mengikuti regulasi Uni Eropa kalau mau mendapatkan akses pasar yang mudah.

Meskipun mengalami kenaikan, pasangan matauang GBP/USD secara keseluruhan lebih banyak memiliki alasan untuk turun daripada naik.

“Support” terdekat menunggu di 1.2440 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2360 dan kemudian 1.2250. Sedangkan “resistance” terdekat menunggu di 1.2530 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2545 dan kemudian 1.2600.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here