Weekly Market Review Soft Commodities : – Coffee – Sugar – Coffee

217

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan pasar hari Kamis harga soft commodities mixed, dimana harga kopi juga mixed, harga gula turun dan harga kakao naik dari terendahnya. Pasar ditutup pada hari Jumat karena libur hari Kemerdekaan AS.

Harga kopi Arabika pada hari Kamis turun kembali karena kekhawatiran aka nada lockdown kembali karena pandemic covid-19 gelombang ke dua.  Sementara harga kopi Robusta naik dari terendahnya namun masih ditutup turun karena persediaan turun ke terendah 14 ½ bulan.

Harga gula mixed pada penutupan hari Kamis dengan harga gula di New York naik ke tertinggi 1 ½ minggu, karena kenaikan harga minyak mentah sedangkan harga gula di London turun karena peningkatan persediaan.

Harga kakao di New York ditutup naik setelah pada pagi hari turun karena melemahnya indeks dolar AS ke terendah 1 minggu.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

Harga kopi Arabika September pada hari Kamis turun 80 sen (0.77% ) menjadi $103.20 dan Harga kopi Robusta September di ICE London turun 0.17%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia 2020/21 naik 5/5% dari tahun lalu menjadi tertinggi 176.1 juta kantong menurut USDA Foreign Agricultural Services (FAS).
  • Konsumsi kopi global naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 166.058 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia akan menjadi surplus 1.848 juta kantong dari surplus 5.832 juta kantong di 2018/19 menurut ICO
  • Perkiraan produksi kopi Arabika Brazil naik 14.5% dari tahun lalu mencapai rekor 67.9 kantong karena cuaca yang baik menurut FAS.
  • Perkiraan ekspor kopi Brazil di 2020/21 naik 12% dari tahun lalu menjadi 41.024 juta kantong menurut FAS.
  • Perkiraan produksi kopi Robusta Vietnam di 2020/21 turun 3.5% dari tahun lalu menjadi 30.2 juta kantong menurut FAS

Faktor Penggerak Pasar Gula:

Harga gula Oktober di ICE New York ditutup naik 7 sen (0.58%) menjadi $12.24 dan harga gula putih Oktober di London turun 0.75%.

  • Produksi gula dunia di 2019/20 ( April / Maret) turun 4.8% dari tahun lalu menjadi 166.7 MMT, setelah naik 0.6% dari tahun lalu mencapai rekor 185.2 MMT di 2018/19 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia akan defisit 9.3 MMT defisit terbesar sejak 11 tahun,dari surplus 1.7 MMT di 2018/19 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan akan naik 18.5% dari tahun lalu menjadi 35.3 MMT menurut CONAB
  • Produksi gula India negara produsen gula terbesar ke dua dunia, di 2019/20 akan turun turun 15% dari tahun lalu menjadi terendah tiga tahun di 28 MMT menurut India’s National Federation of Cooperative Sugar Factories Ltd.

Harga kakao September di ICE New York naik $10 (0.46%) menjadi $2,179 per ton dan harga kopi Robusta di London naik 0.94%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Produksi kakao dunia di 2019/20 ( Okt – Sep) akan turun 0.6% dari tahun lalu menjadi 4.75 MMT menurut ICCO
  • Produksi kakao bubuk global turun 0.02% dari tahun lalu menjadi 4.783 MMT menurut ICCO penurunan pertama tahunan sejak 2016
  • Pasar kakao dunia akan defisit 80,000 MT di 2019/20 dari defisit 52,000 MT di 2018/19.
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850.00 MMT menurut ICCO.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here