Indeks Bursa Wall Street Terkoreksi dari Bullish 5 Hari Berturut

272

(Vibiznews-Index) – Terjadi penurunan harga saham oleh profit taking di bursa Wall Street pada perdagangan yang berakhir Rabu dinihari WIB (8/7/2020), dengan semua indeks utamanya bergerak ke zona negatif. Bursa Amerika retreat setelah 5 hari perdagangan bullish berturut-turut.

Indeks Nasdaq yang awal sesi sempat mendaki sendirian ke posisi rekor tinggi baru, harus terpangkas dan turun bersama 2 indeks lainnya. Indeks Dow Jones jatuh 396,85 poin atau 1,5 persen menjadi 25.890,18, indeks Nasdaq merosot 89,76 poin atau 0,9 persen menjadi 10.343,89 dan indeks S&P 500 jatuh 34,40 poin atau 1,1 persen menjadi 3.145,32.

Tekanan profit taking yang terjadi di bursa Amerika semalam karena  bangkitnya kembali kekhawatiran tentang pandemi coronavirus. Kekhawatiran meningkat  ketika para pejabat WHO  memperingatkan bahwa jumlah kematian akibat pandemi ini mungkin mulai naik lagi. WHO mencatat ada jeda antara ketika seseorang tertular penyakit dan ketika mereka menjadi sakit parah dan berpotensi meninggal.

Menambah kekhawatiran pasar, New York dan New Jersey telah menambahkan Delaware, Kansas dan Oklahoma ke daftar negara-negara di mana wisatawan diwajibkan untuk melakukan karantina sendiri selama 14 hari.

Kemudian Presiden Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic juga memperingatkan bahwa lonjakan kasus virus corona di negara-negara bagian selatan dan barat dapat memperlambat pemulihan ekonomi AS.

Melihat pergerakan secara sektoral, saham maskapai penerbangan menunjukkan pergerakan negatif dengan menyeret Indeks Penerbangan NYSE Arca turun 4,2 persen. Demikian juga saham minyak, terjadi  penurunan 3,8 persen pada  NYSE Arca Oil Index.

Saham perbankan juga bergerak turun tajam selama sesi perdagangan, menghasilkan penurunan 3,3 persen oleh KBW Bank Index yang merupakan  level penutupan terendah dalam lebih dari sebulan.  Namun terjadi pergerakan sebaliknya pada saham emas yang alami kenaikan signifikan.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here