Forex Eropa 9 Juli: Dolar AS Masih Bearish, Euro Sempat Tertinggi Sebulan

425
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS di tengah perdagangan pasar forex  sesi Eropa  hari Kamis (9/7/2020) masih melemah terhadap banyak rival utamanya, demikian juga secara indeks yang turun ke posisi terendah hampir sebulan. Dolar AS tertekan sebagai safe haven oleh bangkitnya permintaan aset resiko di bursa saham dan juga komoditas.

Penguatan aset resiko terlihat pada pergerakan bursa saham Asia yang melanjutkan keuntungan sesi sebelumnya. Namun investor juga sedang mengamati dampak meningkatnya infeksi coronavirus pada pemulihan ekonomi Amerika. Baru-baru ini, beberapa pejabat Fed telah menimbulkan keraguan baru tentang daya tahan pemulihan AS.

Kini indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya, terpantau bergerak lemah ke posisi 96,41 atau sedang menguat 0,02 persen dari penutupan sebelumnya setelah dibuka pada posisi  96.42 dan sempat  turun  ke posisi rendah  di 96.18 yang merupakan posisi terendah sejak 10 Juni.

Pound Inggris diperdagangkan sedikit lebih tinggi ke posisi 1,2661 atau menguat 0,38% , yang merupakan posisi tertinggi dalam 3 pekan. Investor menunggu perkembangan baru pada pembicaraan Brexit, sementara tetap khawatir tentang gelombang kedua infeksi covid-19.

Kurs Euro sempat menanjak di sesi Asia hingga ke posisi tertinggi satu bulan, namun kini turun kembali ke posisi 1,1330 atau melemah 0,04%  karena investor beralih ke mata uang berisiko meskipun tumbuh kekhawatiran tentang gelombang kedua infeksi. Sementara itu, investor menunggu pertemuan Eurogroup hari ini, di mana para menteri keuangan zona euro ditetapkan untuk memilih presiden baru mereka, dan membahas situasi anggaran dan sikap fiskal di blok, di tengah pandemi. Sebelumnya Presiden ECB Christine Lagarde mengisyaratkan bank sentral dapat menjaga kebijakan moneter tidak berubah untuk beberapa waktu.

Yen Jepang bergerak fluktuatif dalam kisaran flat terhadap dolar AS dalam  USDJPY, pair kini  naik 0,01% menjadi 107,30.  Investor tetap berhati-hati terkait percepatan kasus coronavirus di seluruh dunia dan  Bank of Japan memangkas pandangan ekonominya untuk semua dari sembilan wilayah negara itu untuk kuartal kedua berturut-turut, penurunan peringkat pertama dalam lebih dari 10 tahun.

Untuk pergerakan indeks dolar selanjutnya secara teknikal, menurut analyst Vibiz Research Center indeks dolar diperkirakan akan meluncur ke posisi  96.10 – 95.60. Namun  jika terjadi koreksi  positif dapat rebound  ke  posisi  96.70 – 97.10.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here