Properti Paska Pandemi: Tur Virtual Suatu Keharusan

241
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Property) – Pandemi ini telah mendorong banyak sektor industri untuk tetap bertahan atau maju dan menemukan cara-cara baru yang lebih kreatif dalam melakukan bisnis.

Industri properti sering disebut sebagai salah satu sektor yang dapat menemukan metode baru yang lebih efektif untuk efisiensi bisnis. Dilansir dari media global, BBN Times, Jumat (10/7), kolumnis teknologi Luke Fitzpatrick mengurai sejumlah alasan tur properti secara virtual akan terus ada kalau pandemi ini nanti berlalu.

Meningkatkan Nilai

Dalam bisnis real estate, listing adalah yang terpenting bagi agen properti, melebih bentuk komunikasi lainnya. Tur properti virtual, bila tersedia dalam listing, dapat menciptakan “cinta pada pandangan pertama” bagi konsumen. Melihat tur virtual memungkinkan calon penyewa untuk membayangkan susunan perabotan mereka di apartemen, misalnya.

Penayangan yang Luas

Properti yang didaftarkan dengan tur virtual akan menjangkau klien potensial sampai ke seluruh dunia. Potensi yang akan melihat iklan bisa merupakan para profesional, mahasiswa dan orang-orang yang mencari lingkungan yang baru; semuanya dapat mencari rumah dari komputer atau smart phone mereka, dari kenyamanan rumah mereka. Listing virtual akan bergerak ke seluruh dunia.

Menyentuh Keinginan Konsumen

Terlepas di mana pun properti yang hendak ditawarkan, setiap konsumen yang potensial menginginkan kemampuan untuk dapat memilih dan membandingkan semua rumah yang tersedia di area lokasi yang mereka inginkan.

Tur virtual adalah cara yang paling nyaman, dan aman bagi seorang untuk menemukan rumah baru mereka. Tidak ada lagi orang yang mau menghabiskan waktu yang panjang dan satu per satu untuk menemukan tempat hunian. Tur virtual menghemat waktu, tenaga, dan uang, serta jauh lebih nyaman bagi penjual dan pembeli potensial.

Membatasi kepada Peminat Serius

Tur virtual memungkinkan penjual, manajer pengembang, atau agen untuk menindaklanjuti pertanyaan yang diajukan terkait properti yang di-listing. Secara umum, pertanyaan akan diajukan oleh orang-orang yang telah melakukan tur virtual sebelumnya untuk apartemen atau rumah yang diinginkan, dan telah mencari info terkait lingkungan properti tersebut. Tur virtual mendorong orang untuk meneliti dengan aman dan menyeluruh.

Bagi seorang agen atau manajer, cara ini efisien karena tidak perlu menghabiskan waktu melayani konsumen yang hanya sekedar ingin tahu.

Mengurangi Stres, Menambah Kontrak

Melihat rumah menggunakan tur virtual mengurangi stres bagi seorang klien potensial. Mereka tidak lagi harus melihat dengan terburu-buru dan merasa bersalah karena mempertimbangkan bagian rumah yang sama berulang kali, atau menghabiskan terlalu banyak waktunya. Sementara bagi konsumen luar kota dimungkinkan melihat rumah dan lingkungannya tanpa mengeluarkan biaya perjalanan.

Hal ini mengurangi stres untuk agen juga. Bolak-balik mencetak lembar spesifikasi, kartu nama, dan membuat plang halaman adalah masa lalu jika tur virtual dibuat dengan baik, serta situs web selalu di-update.

Tur virtual memberi edukasi dan informasi yang memadai bagi klien tentang properti yang mereka minati. Tur virtual memungkinkan penjual berinteraksi dengan klien yang sudah terinformasi dan hal itu menghilangkan banyak hambatan. Penjual hanya akan berbicara kepada calon pembeli yang benar-benar berminat dengan properti bersangkutan.

Teknologi ini telah didongkrak oleh karena COVID-19, tetapi nampaknya tur virtual dan manajemen properti jarak jauh akan tetap ada paska pandemi ini berlalu.

Di Indonesia?

Di atas adalah situasi sektor properti hunian khususnya di Amerika Serikat. Bagaimana dengan di Indonesia? Nampaknya juga para developer dalam negeri saat ini juga mengembangkan strategi penjualan yang bisa digunakan dalam teknologi digital, misalnya menggunakan teknologi VR (Virtual Reality).

Senior Associate Director Colliers International, Ferry Salanto, menyatakan bahwa dari sisi developer akan mengganti strategi penjualan, dari yang awalnya lebih banyak fokus secara offline, diganti dengan lebih banyak secara online, katanya kepada media (9/10).

Konsultan properti ini memprediksi, para pengembang juga akan lebih banyak menggunakan iklan dalam pencegahan Covid-19, seperti pemberitahuan kepada pengunjung dan karyawan agar harus mematuhi protokol kesehatan selama berkunjung ke lokasi proyek atau galeri pemasaran atau show unit.

Analis Vibiz Research Center juga melihat bahwa adaptasi teknologi virtual dalam bisnis, termasuk bisnis pemasaran properti adalah keharusan untuk masa-masa ini, dan setelahnya. Permintaan terhadap properti residensial bisa saja tergerus di masa pandemi ini, tetapi tidak mungkin akan lenyap karena merupakan real demand. Beberapa pengembang masih melaporkan penjualan rumah yang tetap diminati. Berarti masih ada potensi khususnya untuk permintaan tempat tinggal. Penggunaan tur virtual dapat menjadi solusi terbaik dan efisien dalam mempertemukan permintaan dan penawaran properti secara efisien, baik pada hari ini maupun nanti paska pandemi.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here