Gelombang Baru Virus Mengancam Pemulihan Global – Market Outlook, 13-17 July 2020 by Ricky Ferlianto

1105

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:
• kekhawatiran investor atas menanjaknya kasus infeksi baru virus corona di AS dan beberapa negara lainnya;
• ekspektasi pasar bahwa pemulihan ekonomi akan segera terjadi, walau mulai menunjukkan perlambatan karena kenaikan penyebaran virus;
• ketegangan antara China dengan AS dan negara-negara lain sehubungan dengan Hong Kong.
• Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 12.6 juta orang terinfeksi di dunia dan 562 ribu orang meninggal, dan menyebar ke 213 negara dan teritori.
Pasar saham dunia umumnya bergerak variatif dengan bias menguat, permintaan safe haven naik lagi dan menopang terutama kenaikan lanjutan harga emas.
Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan penyebaran wabah virus corona, prospek pemulihan ekonomi, dan tensi AS – China ini akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 13-17 July 2020.
===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat di minggu keduanya oleh aksi beli investor asing, meskipun terkoreksi profit taking di 2 hari terakhir pasar. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya variatif. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 1.16% ke level 5,031.256. Untuk minggu berikutnya (13-17 Juli 2020), IHSG kemungkinan berpeluang untuk melanjutkan rally 2 minggunya menembus area konsolidasinya. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 5139 dan kemudian 5365, sedangkan support level di posisi 4712 dan kemudian 4621.
Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau rebound setelah 4 minggu dalam tren pelemahan dengan sebagian pasar yang tetap mengkhawatirkan kenaikan kasus baru virus corona di dalam negeri, sementara dollar global terlihat kembali terkoreksi, sehingga rupiah secara mingguannya rebound 0.61% ke level Rp 14,435. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan agak fluktuatif, atau pergerakan terbatas bagi rupiah, dalam range antara resistance di level Rp14,780 dan Rp14,820, sementara support di level Rp14.116 dan Rp14.000.

Dalam rangka mendorong ekonomi Indonesia melawan wabah Covid-19, berikut ini beberapa informasi perkembangan langkah-langkah OJK, BI, maupun stimulus fiskal dari Pemerintah:

• OJK: Restrukturisasi Kredit Perbankan
OJK proaktif mendukung Pemerintah, dan sesuai kewenangannya sebagai regulator telah mengeluarkan program restrukturisasi kredit perbankan dan pembiayaan dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat Covid 19. Tercatat per 29 Juni 2020, program restrukturisasi telah dilakukan terhadap 6,12 juta debitur dengan nilai outstanding restrukturisasi sebesar Rp740,79 triliun. Sedangkan untuk perusahaan pembiayaan mencapai nilai outstanding restrukturisasi sebesar Rp133,84 triliun.
• Bank Indonesia
o BI merilis hasil Survei Penjualan Eceran untuk bulan Mei 2020 yang menunjukkan penurunan penjualan eceran, dimana Indeks Penjualan Riil (IPR) turun sebesar 20,6% (yoy) pada Mei 2020. Penurunan terdalam pada subkelompok Sandang serta kelompok Barang Budaya dan Rekreasi.
o Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juni 2020 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi membaik, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang naik ke 83,8.
o Bank Indonesia merilis inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada minggu II Juli 2020, yang disebutkan tetap rendah. Inflasi Juli 2020 diperkirakan sebesar 0,04% (mtm), atau secara tahunan sebesar 1,69% (yoy).

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum masih tertekan di minggu ketiganya, terakhir oleh berita pengembangan vaksin dan obat virus corona terbaru dari Gilead Sciences yang menahan kekhawatiran investor atas menanjaknya kasus baru wabah virus di AS dan beberapa negara lainnya, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah ke 96.65. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat tipis ke 1.1297. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1423 dan kemudian 1.1495, sementara support pada 1.1068 dan 1.0871.
Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.2613 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2814 dan kemudian 1.3200, sedangkan support pada 1.2204 dan 1.2075. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 106.89. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 109.85 dan 110.08, serta support pada 105.99 serta level 105.15. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat terbatas ke level 0.6946. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7043 dan 0.7082, sementara support level di 0.6506 dan 0.6371.

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum variatif dan fluktuatif, digoyang antara sentimen positif atas aset berisiko yang dihadang kekhawatiran melonjaknya kasus baru virus corona Wuhan. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah tipis ke level 22,290. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 23178 dan 23807, sementara support pada level 20335 dan 19448. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat terbatas ke level 25,727. Minggu ini akan berada antara level resistance di 26782 dan 27767, sementara support di 24148 dan 23685.
Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat oleh berita positifnya pengembangan pengobatan terhadap virus corona melalui obat remdesivir. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 26,075.30, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 26611 dan 27102, sementara support di level 24843 dan 24294. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 3,189.6, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3235 dan 3394, sementara support pada level 2994 dan 2936.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat signifikan -sempat menyentuh level 9 tahun tertingginya- dengan meningkatnya permintaan safe haven oleh kekhawatiran pasar atas pelonjakan kasus infeksi baru virus corona di Amerika, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat tajam ke level $1,798.45 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1818 dan berikut $1862, serta support pada $1747 dan $1704.

Pembaca setia, perhatikanlah chart pergerakan harga asset investasi. Setelah periode rally pasar, tiba juga saat untuk aksi profit taking. Investor akan selalu mencari dan menunggu momentum demikian. Itu yang sebagian pelaku pasar lakukan belakangan ini. Dengan jalan itulah para fund manager global telah mereguk keuntungan besar mereka. Anda ingin sukses investasi? Siapa yang tidak mau, bukan? Ikuti cara para fund manager berinvestasi mengikuti gelombang trend yang ada. Anda pun bisa sukses demikian. Simak terus karenanya vibiznews.com, website investasi yang paling favorit. Kembali, salam sukses bagi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here