Analisis Fundamental Aussie dalam AUDUSD Periode 13 – 17 Juli

327

(Vibiznews – Forex) – Pergerakan pair AUDUSD pekan lalu masih mampu mencetak bullish untuk 3 pekan berturut, namun dalam kenaikan yang lebih moderat. Pair AUDUSD pekan lalu ditutup menguat 0,09%, setelah terpangkas sejak awal pekan oleh melemahnya sentimen aet resiko yang merugikan aussie.

Memulai pergerakan awal pekan ini akhir sesi Asia hari  Senin (13/07/2020), posisi pair sempat tertekan oleh masih lemahnya perdagangan aset resiko, namun akhir sesi Asia rebound merespon berita positif terkait vaksin coronavirus yang sedang diujicoba Gilead Sciences.

Fundamental Pekan Lalu
Dari sisi data ekonomi Australia, pekan lalu data tingkat inflasi Australia rebound pada bulan Mei, dengan kenaikan 0,6%. Ini mengikuti dua penurunan berturut-turut. Kemudian pengumuman kebijakan RBA yaitu mempertahankan suku bunga di 0,25% yang  telah dipatok sejak Maret. Ada beberapa spekulasi bahwa RBA mungkin berada di bawah tekanan untuk menaikkan suku karena kenaikan tajam dalam nilai tukar. Namun, dalam pernyataan suku bunga, bank mengatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengubah kebijakan akomodatifnya.

Dari data ekonomi  AS, aktifitas sektor jasa menunjukkan rebound kuat pada bulan Juni sehingga data  PMI Non-Pabrikan ISM melonjak ke 57,1, naik dari 45,4 sebelumnya. KemudiankKlaim pengangguran terus turun, meskipun pada tingkat yang lambat.  dan indeks Harga Produsen (PPI)  mengecewakan yang berada di -0,2%, sementara itu Core PPI menurun -0,3%.

Fundamental Pekan ini 
Selain perkembangan berita terkait hasil uji klinis vaksin untuk pemulihan covid-19 dan laju perubahan kasus baru terinfeksi virus tersebut menjadi market mover pekan ini, terdapat beberapa momentum dari rilis data ekonomi seperti dari Australia, Amerika Serikat dan juga dari China yang akan merilis data PDB  diperkirakan lebih tinggi dari periode kuartal sebelumnya.

Dari ekonomi Australia pekan ini akan dirilis beberapa data yang cukup kuat pengaruhi pergerakan pasar seperti data kinerja pasar tenaga kerja Australia yang diperkirakan optimis. Kemudian data sentimen bisnis NAB yang periode sebelumnya alami kontraksi, dan data sentimen konsumen Westpac.

Dari ekonomi Amerika Serikat, investor  disajikan rilis data tingkat inflasi AS  dan juga produksi industri yang diperkirakan menunjukkan data optimis. Ada juga data-data minor yang bisa diperhatikan seperti data kinerja pasar properti AS. Untuk data yang mayor terdapat data retail sales yang diperkirakan menunjukkan data yang lebih rendah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here