Analisis Fundamental Yen Jepang dalam USDJPY Periode 13 – 17 Juli

329

(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pekan lalu bergerak bearish dengan akhir yang lebih rendah dari penutupan 2 pekan sebelumnya berturut yang bullish , pekan lalu pair ditutup dengan pelemahan  0,63%. Pekan lalu suasana pasar masih menunjukkan penghindaran aset resiko, dan posisi dolar AS tertekan oleh sentimen negatif yang sama.

Masuki perdagangan pekan ini di akhir sesi Asia hari Senin (13/07/2020), posisi pair masih bearish oleh sentimen meningkatnya laju pertambahan kasus baru terinfeksi covid-19 di seluruh dunia.

Fundamental Pekan Lalu.
Melihat penggerak fundamental pekan lalu dari data ekonomi Jepang, data konsumen Jepang anjlok pada bulan Mei dimana data penghasilan tunai rata-rata menurun untuk bulan kedua berturut-turut, dengan penurunan sebesar 2,1%. Demikian pengeluaran Rumah Tangga turun 16,2%, menandai penurunan kedelapan berturut-turut. Surplus transaksi berjalan Jepang melonjak menjadi JPY 0,82 triliun, naik tajam dari 0,25 triliun. Karena inflasi tetap pada level rendah, indeks Harga Produsen (PPI) turun selama empat bulan berturut-turut, dengan penurunan 1,6%.

Dari data ekonomi  AS, aktifitas sektor jasa menunjukkan rebound kuat pada bulan Juni sehingga data  PMI Non-Pabrikan ISM melonjak ke 57,1, naik dari 45,4 sebelumnya. KemudiankKlaim pengangguran terus turun, meskipun pada tingkat yang lambat.  dan indeks Harga Produsen (PPI)  mengecewakan yang berada di -0,2%, sementara itu Core PPI menurun -0,3%.

Fundamental Pekan ini
Dari sisi data ekonomi tidak banyak rilis data ekonomi yang akan menjadi market mover pekan baik dari Jepang dan juga Amerika Serikat. Selain  data ekonomi kedua negara diatas, sentimen pasar juga akan dipengaruhi oleh rilis data PDB  China yang diperkirakan lebih tinggi dari periode kuartal sebelumnya. Kemudian pasar juga akan memperhatikan perkembangan kasus baru coronavirus seluruh dunia.

Untuk penggerak dari ekonomi Jepang, investor akan mengawasi pengumuman kebijakan moneter Bank of Japan baik perubahan suku bunga dan juga proyeksi ekonomi berikutnya. Kemudian terdapat juga rilsi data produksi industri yang dapat pengaruhi pasar bursa dan juga yen.

Dari ekonomi Amerika Serikat, investor  disajikan rilis data tingkat inflasi AS  dan juga produksi industru yang diperkirakan menunjukkan data optimis. Ada juga data-data minor yang bisa diperhatikan seperti data kinerja pasar properti AS. Untuk data yang mayor terdapat data retail sales yang diperkirakan menunjukkan data yang lebih rendah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here