Forex Eropa 13 Juli: Dolar AS Bearish, Kurs Komoditas Sedang Bergerak Kuat

258

(Vibiznews – Forex) – Pergerakan dolar AS di pasar forex  sesi Eropa  hari Senin (13/7/2020) terpantau mixed terhadap beberapa rival utamanya, namun secara indeks bergerak negatif melanjutkan trend sebelumnya. Dolar melemah  terhadap kurs komoditas  aussie, euro, dan juga swissfranc.

Sentimen pasar sejak sesi Asia memihak pada aset beresiko dengan indeks bursa saham kawasan Asia alami lonjakan kuat, demikian juga pergerakan posisi imbal hasil obligasi pemerintah AS yang bergerak posiitif. Investor optimis merespon perkembangan hasil uji klinis vaksin anti covid-19 milik Gilead yaitu  Remdesivir, hasilnya 62% risiko kematian yang lebih rendah dan sementara itu sekitar 75% pasien yang menerima remdesivir pulih pada hari ke 14 setelah dirawat di rumah sakit, dibandingkan dengan 59% dari mereka yang tidak mendapatkan obat.

Kini indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya, terpantau bergerak lemah ke posisi 96,57 atau sedang melemah 0,08 persen dari penutupan sebelumnya setelah dibuka pada posisi  96.57 dan sempat  anjlok  ke posisi  96.34.

Kurs Euro sedang mendaki ke posisi 1.1317 atau naik 0,14% pada pair EURUSD, diuntungkan kekuatan aset resiko  menjelang musim pendapatan perusahan yang optimis. Juga, para pemimpin UE akan bertemu di Brussels akhir minggu ini untuk membahas rencana pemulihan bersama untuk menanggapi krisis COVID-19 dan anggaran UE jangka panjang baru. Investor juga mengamati pertemuan ECB pada hari Kamis untuk posisi suku bunga suku bunga dan program pembelian obligasi pada level saat ini.

Swissfranc bergerak kuat  di sekitar  0,9421 atau naik 0,10% pada pair USDCHF,  di tengah harapan pemulihan ekonomi global dan berita tentang kemungkinan perawatan virus corona.  Swiss National Bank menegaskan bahwa pihaknya tetap bersedia melakukan intervensi lebih kuat di pasar valuta asing untuk menghentikan kebangkitan swissfranc bernilai tinggi untuk melindungi ekonomi yang berorientasi ekspor.

Pound Inggris  sedang  turun 0,14% ke posisi 1,2603 pada pair GBPUSD,  setelah Sekretaris Kabinet Michael Gove mengatakan pada hari Minggu kemajuan sedang dibuat dalam pembicaraan Brexit tetapi masih ada revisi. Gove juga mengumumkan bahwa Inggris akan membelanjakan £705 juta untuk infrastruktur perbatasan ketika negara itu bersiap untuk pengenaan kontrol perdagangan setelah periode transisi Brexit berakhir pada akhir tahun. Pemerintah juga mengatakan akan segera menetapkan secara rinci bagaimana perbatasan Inggris-UE akan beroperasi.

Kurs komoditas aussie dalam pair AUDUSD sedang bergerak sangat kuat dengan kenaikan 0,32% ke posisi 0.6968, yang merespon lonjakan harga tembaga selain penguatan aset resiko. Harga tembaga  menyentuh $ 2,98 per pon atau naik 1,15% untuk pertama kalinya sejak April 2019. Kurs komoditas lainnya juga menguat seperti dolar Canada atau loonie dalam pair USDCAD yang sedang turun 0,22% ke posisi 1.3562.

Untuk pergerakan indeks dolar selanjutnya secara teknikal, menurut analyst Vibiz Research Center indeks dolar diperkirakan akan meluncur ke posisi  96.30 – 95.90. Namun  jika terjadi koreksi  positif dapat rebound  ke  posisi  96.70 – 97.50.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here