SKDU Triwulan II: Kegiatan Dunia Usaha Turun Lebih Dalam; Ada Optimisme Kenaikan di Tw III

167
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Economy) – Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha turun pada triwulan II-2020. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar -35,75% pada triwulan II-2020, terkontraksi lebih dalam dibandingkan dengan -5,56% pada triwulan I-2020.

Penurunan kegiatan dunia usaha terjadi pada seluruh sektor ekonomi dengan penurunan terdalam pada sektor Industri Pengolahan, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, sektor Jasa-jasa. Hal tersebut terutama disebabkan oleh penurunan permintaan dan gangguan pasokan akibat pandemi COVID-19, demikian menurut catatan resmi Departemen Komunikasi Bank Indonesia kepada media, Senin (13/7).

“Sejalan dengan penurunan kegiatan dunia usaha, kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja pada triwulan II-2020 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Sementara itu, kondisi likuiditas dan rentabilitas dunia usaha juga menunjukkan penurunan pada triwulan II-2020, dengan akses terhadap kredit perbankan yang lebih sulit,” demikian penjelasan Onny Widjanarko, Direktur Eksekutif Bank Indonesia.

Sumber: BI, 13-7-2020

Pada triwulan III-2020, responden memprakirakan kegiatan usaha akan meningkat didukung oleh perbaikan seluruh sektor, dengan SBT sebesar 0,52%. Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan kegiatan dunia usaha diprakirakan terutama pada sektor Pertambangan dan Penggalian, serta sektor Jasa-jasa. Peningkatan pada sektor Pertambangan dan Penggalian seiring dengan cuaca yang mendukung dan permintaan yang diperkirakan mulai meningkat.

Sementara itu, peningkatan pada sektor Jasa-jasa terutama pada sub sektor administrasi pemerintahan didorong oleh berbagai program pemerintah pusat dan daerah dalam rangka penanggulangan COVID-19.

Analis Vibiz Research Center melihat penurunan nilai SBT dari Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) triwulan II 2020 ini cukup dalam dibandingkan triwulan sebelumnya, sebagai dampak langsung dari COVID-19. Hal ini secara serentak sedang tejadi di berbagai negara di dunia. Namun nampaknya optimisme masih kuat di kalangan dunia usaha. Terlihat dari survei responden yang memprakirakan prakiraan kenaikan yang cukup signifikan pada triwulan III nanti, sejalan dengan berlakunya masa new normal pada daerah-daerah yang sudah memungkinkan. Kita berharap wabah virus ini terus menurun signifikan di sebagian besar provinsi dan kota kita, sehingga dunia usaha dapat dapat bangkit dan pulih kembali.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here