Harga Jagung Turun Pada Awal Minggu, Akibat Pengiriman Ekspor Mingguan Turun

181

(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung turun pada awal minggu, karena laporan pengiriman ekspor minggu ini turun.

Harga jagung September di CBOT pada hari Senin turun 8.5 sen menjadi $3.2875 per bushel.

NASS melaporkan perkembangan pertumbuhan jagung sebesar 29% sudah berbunga dibawah rata-rata 5 tahun 32%, juga dilaporkan 3% sudah membentuk bonggol, sama dengan rata-rata 5 tahun.

Laporan pengiriman ekspor mingguan USDA sebesar 902,623 MT (35.5 mbu) sampai 9 Juli, turun 4.84 mbu dari minggu lalu tapi naik 30.7% dari tahun lalu pada minggu yang sama. Pengiriman terbanyak ke Jepang dan Mexico diatas 200k MT, sedangkan ke Cina hanya 13.2%. Akumulasi pengiriman jagung sampai minggu ini sebesar 1.385 bbu.

ArcMercosul melaporkan penanaman jagung yang  kedua di Brazil pada tahun ini sudah selesai ditanam 34.9% dibanding dengan 49%  di tahun lalu pada minggu yang sama.

Laporan WASDE untuk jagung:

Persediaan awal jagung pada 30 Juni naik 145 juta bushels, lebih rendah dari perkiraan untuk 2019/20. Jagung yang digunakan untuk etanol turun 50 juta bushel menurut EIA.

Perkiraan produksi jagung di 2020/21 sebesar 995 juta bushel lebih rendah dari tahun lalu karena pengurangangan area penanaman dari laporan area penanaman pada 30 Juni. Rata-rata hasil panen tidak berubah sebesar 178.5 bushel per are.

Produksi jagung dunia tidak berubah dari bulan lalu, karena Rusia dan Bolivia produksinya meningkatkan sedangkan Canada turun.

Persediaan akhir dunia di 2020/21 turun dari bulan lalu, penurunan terbesar di Cina, Argentina, Uni Eropa, Canada dan Mexico.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama pada $3.34 dan berikut ke $3.26 sedangkan resistant pertama di $3.46 dan berikut $3.26.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here