Nikkei 16 Juli Turun dari Tertinggi 5 Pekan, Saham Yahoo Japan Anjlok 4,48%

394

(Vibiznews – Indeks) – Telah terjadi profit taking pada perdagangan bursa saham Jepang  pada hari Kamis (16/07/2020), setelah sesi sebelumnya mencetak posisi tertinggi dalam 1 bulan lebih. Indeks Nikkei menutup perdagangan di zona merah dengan tekanan datang dari pelemahan saham-saham kapital besar.

Profit taking saham terjadi karena meningkatnya ketegangan antara AS dan Cina dan melonjaknya infeksi virus corona di dalam negeri melebihi harapan untuk pemulihan ekonomi yang cepat. Sentimen ini memberikan kekuatan bagi yen Jepang dan melemahkan banyak saham-saham eksportir utama.

Ketegangan AS verus China meningkat setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan AS akan memberlakukan pembatasan visa pada perusahaan teknologi Cina, sehari setelah Presiden Donald Trump menandatangani  RUU untuk menjatuhkan sanksi pada pejabat China.

Indeks Nikkei ditutup turun 175,14 poin atau 0,76 persen lebih rendah ke posisi  22.770,36 . Demikian juga  indeks Topix melemah  10,45 poin atau 0,66 persen lebih rendah pada posisi 1.579,06.  Namun untuk indeks Nikkei berjangka bulan September 2020 kini sedang bergerak negatif  dengan turun 190 poin atau 0,83% ke posisi 22.760.

Saham-saham kapital besar yang juga eksortir utama yaitu saham Fanuc dengan anjlok 2,47% yang retreat dari penguatan 4,7% sesi sebelumnya. Secara sektoral, pemberat indeks Nikkei dipimpin oleh sektor TI dan komunikasi. Salah satu yang paling tertekan yaitu saham Yahoo Japan anjlok 4,48%.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here