Harga Emas Menuju Kenaikan Mingguan Keenam Berturut-turut

526

(Vibiznews – Commodity) Harga Emas naik pada hari Jumat (17/07) dan menuju kenaikan mingguan keenam berturut-turut seiring melonjaknya kasus coronavirus memicu permintaan untuk safe havens.

Harga emas spot LLG telah naik 0,5% menjadi $ 1,805.43 per ons.

Harga emas berjangka AS naik 0,4% pada $ 1,806.80.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina juga mendorong orang untuk berinvestasi lebih banyak dalam emas dibandingkan saham.

Menambah peningkatan baru-baru ini dalam ketegangan AS-Cina, pemerintahan Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk melarang perjalanan ke Amerika Serikat oleh semua anggota Partai Komunis Tiongkok, seseorang yang akrab dengan masalah tersebut mengatakan pada hari Kamis.

Amerika Serikat melaporkan lebih dari 77.000 kasus baru COVID-19 kasus baru pada hari Kamis, menurut penghitungan Reuters, sementara kasus global mencapai 13,84 juta.

Lonjakan mendorong beberapa negara bagian AS untuk menutup kembali sebagian, yang meningkatkan kekhawatiran ekonomi dan pasar tenaga kerja akan terus berjuang.

Presiden Federal Reserves New York John Williams mengatakan akan butuh beberapa tahun bagi ekonomi A.S. untuk pulih, dan belum waktunya untuk berpikir tentang menaikkan suku bunga.

Investor juga mengamati pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels tentang usulan stimulus untuk mengatasi pandemi covid19 ini.

Juga mendukung emas, dolar AS melemah 0,2% terhadap para pesaingnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas berpotensi meningkat seiring sentimen yang mendukung permintaan safe haven seperti peningkatan kasus coronavirus dan ketegangan AS-Cina. Harga emas diperkirakan bergerakan dalam kisaran Resistance $ 1,818-$ 1,828. Namun jika harga turun, akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,799-$ 1,790.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here