Nikkei 17 Juli Melemah, Sepanjang Minggu Cetak Bullish

317
Photo by Vibizmedia

(Vibiznews – Indeks) – Mengakhiri perdagangan saham pekan ini di bursa  Jepang  pada hari Jumat (17/07/2020), indeks Nikkei kembali ditutup dalam pelemahan melanjutkan trend sebelumnya. Namun sepanjang pekan ini, Nikkei berhasil cetak bullish kuat melebihi pekan sebelumnya.

Tekanan jual lanjutan di Nikkei  terjadi karena penyebaran tanpa henti dari virus corona yang mendorong beberapa skeptisisme investor tentang pemulihan ekonomi yang cepat. Sentimen  suram karena tingkat harian infeksi coronavirus meningkat ke tertinggi dalam sejarah, dengan Jepang menambahkan 382 kasus pada hari Kamis, sementara rekor 248.914 kasus dilaporkan secara global.

Sementara itu, data baru dari survei triwulanan Bank of Japan mengungkapkan bahwa bank-bank besar Jepang  mencetak rekor permintaan untuk pinjaman perusahaan, karena perusahaan berusaha untuk memenuhi kebutuhan pendanaan dan membangun cadangan kas. Bank juga memproyeksikan bahwa kesenjangan output Jepang, ukuran pasokan dan permintaan, akan segera jatuh di bawah nol untuk pertama kalinya sejak 2016.

Indeks Nikkei ditutup turun 73,94 poin atau 0,32% lebih rendah ke posisi 22696.42, menyusul penurunan 0,76% di sesi sebelumnya. Demikian juga  indeks Topix melemah  5,21 poin atau 0,33% pada posisi 1.573,85.  Namun untuk indeks Nikkei berjangka bulan September 2020 kini sedang bergerak negatif  dengan turun 10 poin atau 0,04% ke posisi 22.660.

Untuk pergerakan indeks secara mingguan, sepanjang pekan ini berhasil cetak bullish dengan penguatan 1,75%. Alami kenaikan dari perdagangan pekan lalu yang kuat moderat dengan kenaikan 0,14%.

Saham maskapai penerbangan terpukul dan anjlok 3,06% karena pemerintah Jepang melarang penduduk Tokyo mengklaim subsidi perjalanan demi menghidupkan kembali industri pariwisata domestik yang terkena pandemi. Seperti saham ANA Holdings Inc merosot 3,64%, sementara Japan Airlines Co Ltd turun 2,34%.

Sektor lain yang menyebabkan penurunan di bursa utama adalah anjloknya saham real estat serta  besi dan baja, masing-masing turun 2,26% dan 2,07%.

Namun terdapat sektor yang bergerak kuat yaitu sektor  terkait semikonduktor setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd melaporkan membukukan rekor kenaikan laba bersih triwulanan sebesar 81% dan memperkirakan pertumbuhan pendapatan di atas 20% untuk tahun ini. Saham Screen Holdings Co Ltd naik 2,27%, sementara Advantest Corp dan Alps Alpine Co Ltd masing-masing menguat  1,36% dan 1,63%.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here