Analisis Fundamental Yen Jepang dalam USDJPY Periode 20 – 24 Juli

425

(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pekan lalu bergerak bullish moderat  dari penutupan pekan sebelumnya yang bearish kuat. Pekan lalu pair ditutup dengan penguatan  0,16%. Pekan lalu suasana pasar mixed dengan penguatan aset resiko sedikit lebih dominan.

Masuki perdagangan pekan ini di akhir sesi Asia hari Senin (20/07/2020), posisi pair sedang bergerak turun dari posisi bullish yang sempat bergerak rally awal sesi ke posisi tertinggi 107.53 yang merupakan posisi tertinggi dalam 2 pekan merespon kuatnya kembali permintaan aset resiko.

Namun yen mendapat tekanan dari risalah hasil pertemuan pembuat kebijakan Bank of Japan  pekan lalu, bahwa dampak pandemi ini meluas ke perusahaan-perusahaan dari semua ukuran dan sektor. Jika kebangkrutan dan penutupan perusahaan meningkat, ada risiko Jepang dapat tergelincir kembali ke deflasi.

Fundamental Pekan Lalu.
Melihat penggerak fundamental pekan lalu dari data ekonomi Jepang, sektor manufaktur Jepang terus berjuang. Namun data Produksi industri turun 8,9%, setelah penurunan 9,8% sebelumnya. Kemudian seperti yang diharapkan, Bank of Japan mempertahankan tingkat keseimbangan kebijakan tidak berubah pada -0,10%, namun dengan prakiraan ekonomi bank yang suram.

Dari data ekonomi  AS, produksi industri melonjak 5,4% pada Juni yang meruapakan kenaikan bulanan terbesar sejak 1959. Demikian dengan Penjualan ritel naik 7,5%, sementara bacaan inti naik 7,3%. Kedua indikator tersebut mengalahkan perkiraan 5,0%. Klaim pengangguran baru turun sedikit menjadi 1,3 juta, tetapi jumlah total klaim di atas 32 juta, karena situasi pekerjaan tetap suram. Akhirnya,  kepercayaan konsumen di AS menjadi lebih pesimis, karena data sentimen Konsumen UoM turun menjadi 73,2 pada Juli, turun dari 78,9 sebelumnya.

Fundamental Pekan ini
Dari sisi data ekonomi tidak banyak rilis data ekonomi yang akan menjadi market mover pekan baik dari Jepang dan juga Amerika Serikat. Lagipula pekan ini ada 2 hari pasar keuangan Jepang tutup oleh libur publik negeri tersebut. Data ekonomi yang cukup penting hanya akan dilaporkan data flash manufacturing dan service PMI semua negara utama.

Untuk penggerak dari ekonomi Jepang, investor akan mengawasi rilis data flash manufacturing PMI yang periode sebelumnya meningkat namun masih dalam area kontraksi. Sebelumnya akan dirilis juga laporan tingkat inflasi konsumen yang diperkirakan lebih baik namun masih di area negatif.

Dari ekonomi Amerika Serikat, investor  disajikan rilis data flash manufacturing dan service PMI AS periode bulan Juli yang diperkirakan menunjukkan peningkatan dari periode buln sebelumnya yang masih kontraksi. Kemudian terdapat juga data CB leading index yang diperkirakan lebih rendah, selain data minor seperti data home sales.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here