Harga Gula Pada Awal Minggu Turun, Akibat Permintaan Berkurang

466

(Vibiznews – Commodity)  – Harga gula pada awal minggu turun karena permintaan berkurang  akibat gelombang ke dua pandemic Covid -19 akan kembali menutup restoran, tempat-tempat olahraga dan bioskop.

Harga gula Oktober di New York pada hari Senin ditutup turun 1 sen (0.09%) menjadi $11.72 dan harga gula Oktober di London turun 0.54%.

Harga gula turun karena permintaan berkurang.  Menurut  perusahaan konsultan Datagro pada Rabu lalau konsumsi gula akan berkurang 5 MMT antara Maret 2020 sampai Februari 2021 karena efek dari Pandemic  covid -19. Karena tutupnya restaurant, tempat berolahraga dan bioskop di seluruh dunia karena pandemic covid –19, membuat permintaan gula dunia turun tahun ini untuk pertama kali setelah 40 tahun.

Harga gula sempat naik kembali setelah turun pada awal pasar hari Senin, namun masih ditutup turun, kenaikan terjadi ketika harga minyak mentah naik, membuat permintaan etanol sebagai bahan bakar pengganti permintaannya meningkat akibatnya pabrik tebu akan membuat etanol sehingga persediaan gula turun.

Persediaan etanol di Brazil melimpah membuat harga etanol turun demikian juga harga gula, karena pabrik  tebu akan mengurangi pembuatan etanol, sehingga produksi gula meningkat. Persediaan etanol di Brazil pusat dan Selatan naik 47.5% dari tahun lalu menjadi 5.9 milyar liter karena berkurangnya permintaan etanol di dalam negeri maupun luar negeri.

Persediaan gula melimpah menurut Unica pada 9 Juli, produksi gula Brazil pada  2 minggu terakhir bulan Juni naik 23.3% dari tahun lalu menjadi 2.728 MMT, dengan persentase penggunaan gula naik menjadi 47.42% di 2020/21 dari 37.06% di 2019/20. Unica juga melaporkan bahwa ekspor etanol dari pabrik tebu di Pusat dan Selatan Brazil pada bulan Juni naik 44% dari tahun lalu menjadi 267 juta liter, sehingga produksi gula turun.

Harga gula juga naik karena pandemic Covid di India akan mengganggu panen dan ekspor gula India.

ISMA mengatakan bahwa produkis gula di 2020/21  naik 17.7% dari tahun lalu menjadi 32.01 MMT, karena area penanaman naik 8.1% menjadi 5.23 juta ha. Ekspor gula India di 2020/21 naik 7 MMT atau naik 25.7% dari 5.2 MMT di 2019/20.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $11.50 dan berikut ke $11.20 sedangkan resistant di $12.00 dan berikut ke $12.30

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here