Nikkei 21 Juli Tertinggi Sepekan, Saham Teknologi dan Farmasi Alami Lonjakan

234

(Vibiznews – Indeks) – Pergerakan positif harga saham di bursa Jepang masih berlanjut pada perdagangan hari Selasa (21/07/2020)  dengan indeks Nikkei naik ke posisi tertinggi dalam sepekan. Kekuatan saham Nikkei mendapat support dari pelemahan kurs yen Jepang terhadap dolar oleh kuatnya sentimen positif investor global.

Sentimen pasar global sedang positif dikarenakan khabar baik dari hasil uji klinis virus anti covid-19 yang dibuat oleh Universitas Oxford, Pfizer dan BioNTech. Selain itu juga, langkah-langkah stimulus berkelanjutan dari ekonomi global menambah kekuatan.

Selain itu, langkah-langkah stimulus berkelanjutan dari ekonomi global lebih lanjut mendorong sentimen, mengikuti laporan bahwa anggaran Jepang untuk tahun fiskal 2021 tidak akan menetapkan batas pengeluaran atas permintaan yang bertujuan memerangi wabah.

Sementara itu, para pemimpin Uni Eropa mencapai kesepakatan pada dana pemulihan pandemi pasca-coronavirus, menawarkan  negara anggota  hibah dan pinjaman senilai €750 miliar.

Dari laporan ekonomi, inflasi harga konsumen Jepang berada pada level terendah 3 tahun di 0,1% pada Juni 2020, sementara harga konsumen inti datar dibandingkan dengan perkiraan penurunan 0,1%.

Indeks Nikkei ditutup menguat naik 166,74 poin  atau 0,73 persen lebih tinggi ke posisi 22.884,22, setelah naik 21,06 poin hari sebelumnya. Demikian juga  indeks Topix menguat  5,71 poin  atau 0,36 persen ke posisi 1.582,74, menyusul kenaikan 3,18 poin pada hari sebelumnya. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan September 2020 kini sedang bergerak posiif dengan naik 80 poin atau 0,35% ke posisi 22.920.

Kekuatan Nikkei selain disumbang oleh saham-saham eksportir utama juga secara sektoral banyak disumbang oleh lonjakan saham-saham teknoogi dan farmasi seperti saham Screen Holdings Co naik 3,56%, Tokyo Electron naik 1,20% dan saham SoftBank Group Corp menguat 2,76%.

Saham pembuat obat Shionogi & Co melonjak 2,84 persen, sebagai respon terhadap laporan berita bahwa perusahaan akan melipat gandakan kapasitas produksi untuk vaksin coronavirus yang direncanakan pada akhir tahun 2021.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here