Harga Minyak Tertekan Peningkatan Pasokan dan Coronavirus

442

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak turun pada hari Rabu (22/07) tertekan peningkatan persediaan yang lebih besar dari yang diperkirakan di Amerika Serikat, dengan lonjakan kasus coronavirus semakin mengurangi permintaan bahan bakar.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 65 sen, atau 1,55%, menjadi $ 41,27.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 59 sen, atau 1,33%, menjadi $ 43,73 per barel.

Kelompok industri American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak mentah AS naik 7,5 juta barel pekan lalu, terhadap ekspektasi untuk penurunan 2,1 juta barel.

Infeksi global coronavirus melonjak melewati 15 juta pada hari Rabu, menurut penghitungan Reuters, dengan laju pandemi semakin meningkat bahkan ketika negara-negara tetap terbagi dalam tanggapan mereka terhadap krisis.

Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina mengenai coronavirus dan Hong Kong juga menekan harga.

China mengatakan bahwa Amerika Serikat secara tiba-tiba mengatakan akan menutup konsulatnya di Houston, dan mengancam pembalasan.

Ada juga tanda-tanda bahwa Irak, produsen terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), masih belum memenuhi targetnya di bawah pakta pasokan yang dipimpin OPEC.

Sementara itu Rusia berencana untuk memotong muatan minyaknya dari pelabuhan Baltik dan pelabuhan Laut Hitam Novorossiisk selama 1-10 Agustus hampir seperempat dibandingkan dengan periode yang sama pada Juli, menurut jadwal pemuatan awal dan perhitungan Reuters, yang dapat mendukung harga.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak berpotensi lemah dengan tekanan peningkatan pasokan AS dan peningkatan kasus coronavirus. Namun jika malam ini data pasokan minyak mentah mingguan AS yang dirilis EIA terealisir turun, akan menguatkan harga minyak. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 40,81-$ 40,22. Namun jika naik, harga minyak akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 41,64-$ 41,22.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here