Saham Wall Street Retreat, Tertekan Saham Microsoft

398

(Vibiznews-Index) – Terjadi profit taking pada perdagangan bursa saham Amerika Serikat setelah perdagangan sebelumnya Dow Jones dan S&P500 mencapai posisi penutupan terbaiknya lebih dari sebulan. Tekanan jual yang cukup besar paling banyak dialami saham-saham teknologi sehingga membuat Nasdaq anjlok cukup signifikan.

Indeks Dow Jones jatuh 353,51 poin atau 1,3 persen menjadi 26.652,33, indeks Nasdaq anjlok 244,71 poin atau 2,3 ​​persen menjadi 10.461,42 dan indeks S&P 500 merosot 40,36 poin atau 1,2 persen menjadi 3.235,66.

Penurunan saham paling tajam terjadi pada saham Microsoft yang menjadi beban bagi pasar anjlok membebani pasar, dengan raksasa perangkat lunak anjlok 4,4 persen. Meskipun perusahaan besar tersebut melaporkan hasil kuartalan yang mengalahkan estimasi tetapi mengatakan pembelian lisensi transaksional terus melambat dan unit LinkedIn-nya dipengaruhi secara negatif oleh pasar kerja yang lemah.

Kelemahan saham di Wall Street juga sebagai respon  beberapa rilis data ekonomi AS yang mengecewakan, termasuk laporan Departemen Tenaga Kerja yang menunjukkan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS meningkat untuk pertama kalinya dalam enam belas minggu. Klaim melonjak menjadi 1,416 juta pada pekan yang berakhir 18 Juli, meningkat 109.000 dari tingkat revisi pekan sebelumnya 1,307 juta.

Sebuah laporan terpisah dari Conference Board menunjukkan  indikator ekonomi utama AS meningkat kurang dari yang diharapkan pada bulan Juni. Indeks ekonomi utamanya melonjak 2,0 persen pada Juni setelah melonjak naik 3,2 persen pada Mei dan jatuh 6,3 persen pada April.

Dengan saham Microsoft memimpin lebih rendah diantara saham perangkat lunak memberikan tekanan pada Dow Jones A.S. Software Index anjlok 3,3 persen. Kelemahan yang cukup besar juga muncul di antara saham-saham ritel, yang tercermin dari penurunan 2,1 persen oleh Dow Jones A. Retail Index.

Saham-saham emas  berada di bawah tekanan karena hari itu sehingga menyeret Indeks Nyamuk Emas Arca NYSE turun sebesar 2,1 persen.   Saham semikonduktor, bioteknologi, dan farmasi juga mengalami pelemahan yang signifikan, sementara saham  layanan minyak bergerak naik tajam meskipun harga minyak mentah menunjukkan penurunan yang signifikan pada hari itu.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here