Analisis Fundamental Aussie dalam AUDUSD Periode 27 – 31 Juli

561

(Vibiznews – Forex) – Pergerakan pair AUDUSD pekan lalu masih bergerak bullish melanjutkan penguatan  4 pekan berturut sebelumnya. Pair AUDUSD pekan lalu ditutup rally dengan kenaikan 1,48%, melebihi kekuatan pekan sebelumnya yang  naik 0,64%.

Memulai pergerakan awal pekan ini akhir sesi Asia hari  Senin (27/7/2020), posisi pair kembali menguat dengan mengambil pelemahan posisi anjloknya dolar AS yang melemah terhadap banyak rival utamanya dan juga secara indeks.

Selain itu  mendapat sentimen positif dari rencana stimulus tambahan yang siap direstui Kongres AS, Menteri Keuangan Steve Mnuchin mengatakan paket itu akan berisi tunjangan pengangguran yang diperpanjang dengan penggantian upah 70%. Sementara itu, Asisten Gubernur RBA Chris Kent mengatakan hari ini bahwa bank sentral akan membeli lebih banyak obligasi jika imbal hasil obligasi pemerintah 3-tahun menjauh dari targetnya sekitar 25 bps.

Fundamental Pekan Lalu
Dari sisi data ekonomi Australia, data penjualan ritel dirilis dengan kenaikan moderat 2,4%. Indeks Bisnis Triwulanan Bank Nasional Australia menunjukkan kondisi yang semakin buruk, turun dari -11 ke -15. Data flash PMI manufaktur dan jasa keduanya membaik,  masing-masing 53,4 dan 58,5.

Dari data ekonomi  AS, data klaim pengangguran mingguan AS lebih tinggi dari minggu sebelumnya, keluar dari tren penurunan  panjang. Klaim naik 1,41 juta  dari 1,30 juta sebelumnya. Data PMI Manufaktur AS telah menunjukkan kontraksi selama empat bulan terakhir, namun indeks telah bergerak ke atas dan menunjukkan peningkatan yang kuat di bulan Juni, naik dari 39,8 ke 49,6.

Fundamental Pekan ini 
Dari sisi data ekonomi banyak rilis data ekonomi yang akan menjadi market mover pekan ini baik dari Australia dan juga dari Amerika Serikat, kemudian terdapat juga rilis data ekonomi China. Pekan ini akan ada rapat pertemuan kebijakan bank sentral AS (FOMC) dan data advance PDB AS kuartal kedua yang akan jadi fokus pasar. Selain dari laporan ekonomi, sentimen laju kasus baru terinfeksi covid AS, ketegangan AS-China serta harapan stimulus tambahan negara besar terdampak pandemi.

Dari ekonomi Australia pekan ini terdapat laporan inflasi Q2-2020 yang diproyeksikan menurun sebesar 2,0%, sementara core CPI diperkirakan akan melambat menjadi 0,1%. Di Q1, inflasi merosot ke 0,3%, turun dari 0,7% sebelumnya. Ini adalah level terendah sejak Q1 tahun 2019.  Kemudian terdapat rilis data yang masih optimis datanya seperti data Persetujuan Bangunan dan data Kredit Sektor Swasta.

Dari laporan ekonomi China, hari Jumat akan dirilis data PMI Manufaktur China bulan Juli yang diperkirakan menunjukkan data yang lebih rendah dari pencapaian sebelumnya dengan ekspansi di 50,9 setelah kontraksi 3 bulan. Bulan Juli diperkirakan hanya naik 50,8.

Dari ekonomi Amerika Serikat, selain hasil pertemuan FOMC akan dirilis beberapa data ekonomi yang diperkirakan menunjukkan data yang kurang optimis seperti awal pekan  disajikan rilis data durable goods orders. Kemudian ada juga rilis data sentimen konsumen CB, data pending home sales, data personal spending dan data PDB AS untuk Q2-2020. Namun terdapat juga data yang diperkirakan positif seperti data core PCE indeks dan data manufaktur Chicago PMI.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here